Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri mengatakan kunjungan Duta Besar Palestina untuk Indonesia ke Kediri mempertegas komitmen perdamaian serta moderasi lintas bangsa.
"Kehadirannya bukan hanya mempererat hubungan antara dua bangsa yang bersahabat, tetapi juga menggugah kita untuk kembali merenungkan makna perdamaian, keadilan, dan toleransi, nilai-nilai yang menjadi fondasi penting dalam moderasi beragama," kata Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati di Kediri, Rabu.
Usai menerima kunjungan Duta Besar Negara Palestina untuk Indonesia Dr.Zuhair Al-Shun di rumah dinasnya, Vinanda menyampaikan Palestina telah menunjukkan kepada dunia tentang keteguhan, ketabahan, dan semangat perjuangan.
Meski menghadapi berbagai bentuk tekanan, namun rakyat Palestina tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, solidaritas, serta keyakinan akan keadilan dan perdamaian.
Dari Palestina, kata dia, banyak hal yang bisa dipelajari bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan konflik, tetapi kehadiran keadilan, kesetaraan, dan pengakuan martabat manusia.
Menurut dia, nilai-nilai ini sangat selaras dengan prinsip moderasi beragama yang digaungkan Kota Kediri.
"Kami meyakini bahwa dialog lintas bangsa seperti pertemuan hari ini akan memperkuat komitmen kita untuk menjadikan agama sebagai energi yang menyatukan bukan memecah. Sebab pada hakikatnya semua agama mengajarkan kasih sayang, kemuliaan akhlak, dan penghormatan terhadap sesama manusia," kata dia.
Wali kota menegaskan moderasi beragama bukan hanya agenda pemerintah, tetapi tugas bersama seluruh elemen masyarakat. Tanggung jawab ini akan menjadi fondasi kuat bagi masa depan yang harmonis, damai, dan berkeadilan.
Moderasi beragama, kata dia, bukanlah sekadar konsep, tetapi sebuah cara hidup. Hal ini adalah komitmen untuk menempatkan agama sebagai sumber kedamaian, bukan perpecahan. Sehingga, sebagai energi kebaikan, bukan alasan untuk saling menyalahkan.
Kota Kediri, tambah dia, adalah rumah bagi masyarakat yang beragam, dan keberagaman itu hanya akan menjadi kekuatan apabila terus dijaga dengan sikap saling menghormati
Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan mengenai gambaran Kota Kediri, yang memiliki luas 63,4 kilometer persegi dan terdiri dari tiga kecamatan dan 46 kelurahan.
Terdapat beragam budaya, dan agama. Perbedaan ini bukan ancaman, tetapi anugerah yang memperkaya karakter kebangsaan. Ada berbagai pemeluk agama yakni agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, Katolik, dan Konghucu.
Dengan ekosistem sosial yang sehat dan dibangun dengan melibatkan tokoh agama, pendidikan, pemuda, dan masyarakat sipil guna memastikan bahwa semangat toleransi tidak hanya berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kehadiran dan pesan perdamaian yang diberikan kepada kami. Semoga pertemuan ini membawa berkah bagi kedua bangsa dan semakin menguatkan komitmen kita dalam menyebarkan nilai perdamaian di dunia," kata dia.
Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia Dr.Zuhair Al-Shun mengaku senang dapat berkunjung ke Kota Kediri. Kunjungan ini juga merupakan kesempatan untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada Rakyat Indonesia yang mendukung perjuangan Palestina.
"Palestina merupakan negara yang indah dan rakyatnya tangguh. Dengan kondisi saat ini, Palestina sangat membutuhkan bantuan dari negara sahabat seperti Indonesia dan masyarakat untuk perjuangan Palestina," kata dia.
Turut mendampingi, Wakil Wali Kota Kediri K.H. Qowimuddin Thoha, Pj Sekda Kota Kediri M.Ferry Djatmiko, Kepala OPD terkait, Rektor UIN Syech Wasil Wahidul Anam dan tamu undangan lainnya.
