Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur mengungkapkan bahwa kegiatan operasi pasar murni yang digelar di kota ini membantu masyarakat untuk bisa belanja bahan pokok dengan harga murah.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan pemerintah kota berkolaborasi dengan berbagai instansi, termasuk Kejaksaan Negeri Kota Kediri, untuk mengadakan operasi pasar murni (OPM). Hal ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan harga barang pokok.
"Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat Kota Kediri. Kami ingin memastikan stabilitas harga yang ada di Kota Kediri. Apalagi, menjelang Natal dan tahun baru," katanya di Kediri, Jumat.
Mbak Wali, sapaan akrabnya, menambahkan operasi pasar murni ini digelar untuk menekan laju inflasi di Kota Kediri. Pada momen Natal dan tahun baru biasanya terjadi peningkatan permintaan bahan baku.
Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terbantu bisa membeli bahan pokok dengan harga lebih murah, sebab komoditas yang dijual di operasi pasar murni ini terjangkau dan kualitasnya bagus.
"Di sini kami hadir untuk memastikan masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau dan memiliki kualitas baik. Silahkan berbelanja sesuai dengan kebutuhannya," kata dia.
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Raden Roro Theresia menambahkan Kejaksaan bersama Pemerintah Kota Kediri menggelar operasi pasar murni untuk mengantisipasi adanya lonjakan harga.
Kejaksaan, kata dia, juga sebagai pengendali dan pengawasannya karena tergabung dalam di tim pengendalian inflasi daerah (TPID). Dalam kegiatan ini, masyarakat bisa terjangkau membeli bahan pokok.
"Harga di Kota Kediri stabil. Masyarakat juga jangan takut, karena tidak ada kelangkaan di Kota Kediri. Dilihat antusias hari ini sangat luar biasa," kata dia.
Dalam kegiatan itu, ada sejumlah bahan pokok yang dijual, antara lain beras premium kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp68.500, minyak goreng Rp15.000 per botol isi 1 liter, telur ayam Rp27.000 per kilogram, gula pasir Rp14.500 per kilogram.
Selain itu, ada juga sayur dikemas dan dijual serba Rp5.000, bawang putih Rp6.000 per bungkus, bawang merah Rp7.000 per bungkus, cabai rawit Rp4.000 per bungkus, dan lainnya.
Harga itu lebih murah ketimbang harga di pasar. Misalnya, beras premium di pasar harganya Rp14.800 per kilogram, minyak goreng seharga Rp18 ribu per botol, telur ayam seharga Rp29.600 per kilogram, dan gula pasir seharga Rp16 ribu per kilogram.
Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga ada layanan cek kesehatan gratis.
Wali Kota juga meninjau secara langsung kegiatan operasi pasar murni di kantor Kejaksaan Negeri Kota Kediri tersebut. Ia juga berdialog dengan warga yang membeli bahan pokok. Mereka pun senang dengan kegiatan ini dan berharap kegiatan seperti ini sering dilakukan.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Moh Ridwan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri Un Ahmad, Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Kediri Bambang Tri, jajaran Kejaksaan Negeri, dan tamu undangan lainnya.
