Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Dua warga yang mengalami luka bakar akibat awan panas guguran Gunung Semeru terus membaik dan menunjukkan perkembangan kesehatan yang signifikan.
"Kami memastikan bahwa seluruh prosedur penanganan medis telah dilakukan sesuai standar pelayanan, sehingga kondisi keduanya kini membaik secara bertahap," kata Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Lumajang Rosidyah dalam keterangan di kabupaten setempat, Kamis.
Ia menjelaskan kedua korban telah dipindahkan ke ruang rawat inap biasa, setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif dan proses pemulihan mereka berlangsung stabil dan terus dipantau oleh tim medis.
“Perawatan luka bakar dilakukan dua kali sehari di ruang operasi, termasuk pembersihan dan perawatan rutin. Secara umum respons penyembuhannya baik dan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan," kata Rosidyah.
Meski demikian, lanjut dia, tim medis masih menilai kondisi luka bakar kedua korban yang masih dalam fase basah tetap membutuhkan penanganan khusus untuk mencegah infeksi dan mempercepat proses pengeringan.
Menurutnya, salah satu korban perempuan juga sempat mengalami iritasi pada mukosa saluran pernapasan karena paparan panas dan debu dari awan panas guguran erupsi Semeru dan kondisi tersebut kini telah tertangani dan menunjukkan tren perbaikan yang baik.
“Yang terpenting, kedua korban terus memberikan respons positif terhadap seluruh penanganan yang diberikan dan pemantauan dilakukan secara ketat hingga proses penyembuhan benar-benar optimal," katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap zona bahaya erupsi, karena paparan material panas, abu, dan gas, dapat menimbulkan risiko serius bagi kulit dan saluran pernapasan, sehingga masyarakat diminta menjauhi area radius terlarang saat gunung berstatus waspada.
"Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melalui jajaran kesehatan memastikan bahwa layanan medis bagi korban terdampak bencana tetap menjadi prioritas utama," kata Rosidyah.
Menurutnyam pendekatan yang cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar keselamatan menjadi kunci untuk memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan terbaik.
