Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengangkat sebanyak 1.585 guru honorer dari daerah setempat menjadi guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK paruh waktu pada akhir 2025.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamad Muhsin mengemukakan pendidikan menjadi salah satu program prioritas di Kabupaten Kediri, salah satu yang menjadi perhatian adalah memperhatikan nasib para guru.
"Sebagai bentuk perhatian Mas Bupati (Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana), tahun ini akan ada pengangkatan guru PPPK paruh waktu," kata Muhsin di Kediri, Selasa.
Pemkab Kediri juga memberikan perhatian kepada para guru honorer dari jenjang taman posyandu (tapos) hingga sekolah menengah pertama (SMP), termasuk kepada para tenaga kependidikan.
Pada tahun 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Kediri mengeluarkan anggaran untuk pemberian insentif sekitar Rp24 miliar kepada 9.656 penerima manfaat.
"Pada momentum Hari Guru ini, harapannya para guru bisa membuat pembelajaran yang aman, nyaman, sekaligus menyenangkan di kelas," kata Muhsin.
Muhsin mengatakan bahwa pekerjaan para guru pada era saat ini semakin besar, salah satunya mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah.
Di sisi lain, para guru juga diharapkan mampu menekan angka anak tidak sekolah di Kabupaten Kediri.
Pemerintah Kabupaten Kediri mendata terdapat sekitar 6.000 anak dari total 12 ribu anak yang tidak sekolah pada tahun 2024.
"Dari angka hampir 12 ribu anak tidak sekolah pada tahun 2024 di Kabupaten Kediri, dapat ditekan hingga 5.027 anak pada awal Mei 2025," katanya.
Sesuai instruksi Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, tambah dia, penurunan angka anak tidak sekolah adalah salah satu komitmen pemkab.
Hal ini sekaligus sebagai upaya menekan kemiskinan ekstrem yang salah satu indikator penyumbangnya adalah angka anak putus sekolah.
Pemkab Kediri menargetkan kemiskinan ekstrem bisa hilang di Kabupaten Kediri dalam lima tahun ke depan.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kediri Noor Rokhayati menambahkan pengangkatan guru paruh waktu itu kini sedang dalam penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) yang akan dilanjutkan dengan penerbitan surat keputusan atau SK.
"Insyaallah SK diserahkan pada bulan Desember," kata Rokhayati.
