Malang Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyatakan bahwa penanganan kejadian ambrolnya trotoar Jembatan Brantas telah dikoordinasikan dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Minggu malam.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djuharjanto di Kota Malang, Jawa Timur, mengatakan, koordinasi dengan BBPJN untuk pelaksanaan penanganan tersebut lantaran jembatan itu berstatus jalan nasional.
"Benar (trotoar Jembatan Brantas ambrol), kami sudah berkoordinasi dan saat ini petugas dari balai besar sudah di lokasi, itu jalan nasional," kata Dandung.
Dugaan awal penyebab ambrolnya trotoar pada Jembatan Brantas yang menjadi salah satu akses vital di Kota Malang dikarenakan erosi tanah pada dinding penahanan jembatan.
Kondisi itu pada akhirnya membuat trotoar beserta pagar pembatas mengalami ambrol sebagian.
"Kurang lebih sepanjang 25 meter dan lebarnya sekitar 1,5 meter," ujar dia.
Pantauan ANTARA di lokasi, tim dari BBPJN telah melakukan pemasangan garis batas aman dan disertai pekerjaan penanganan awal dengan membersihkan sisa material dari badan jalan.
Terlihat pagar jembatan amblas masuk ke bagian tanah yang runtuh. Di dalam celah reruntuhan itu terdapat satu papan lampu tergeletak setelah terjatuh.
Kemudian, petugas juga memasang terpal di beberapa titik trotoar yang mengalami ambrol dengan diganjal batu dan pot bunga. Petugas juga terus memantau kondisi di lokasi kejadian, dan saling berkoordinasi untuk melakukan penanganan lanjutan.
Sejumlah personel kepolisian lalu lintas juga terlihat mengatur arus kendaraan bermotor yang melintas. Ambrolnya trotoar tersebut menyebabkan kepadatan lalu lintas, baik dari arah Jalan Panglima Sudirman ke Jalan Gatot Subroto maupun sebaliknya.
Hingga pukul 22.20 WIB para petugas masih terus berupaya melakukan penanganan pada kondisi trotoar Jembatan Brantas yang ambrol itu.
