Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Jawa Timur menyatakan belum menemukan penolakan orang tua murid terhadap menu kering yang dihidangkan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadhan.
"Untuk penolakan belum ada ya," kata Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarajana di Kota Malang, Rabu.
Penggantian jenis menu dari basah ke kering merupakan strategi dari pemerintah supaya tetap memenuhi kebutuhan gizi para pelajar di bulan Ramadhan.
Menu kering dipilih karena dinilai bisa lebih tahan lama hingga dikonsumsi ketika waktu berbuka puasa. Bentuk makanan yang dihidangkan juga menghindari bahan mudah basi.
Meski demikian, Disdikbud Kota Malang tetap mengingatkan kepada seluruh pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah setempat agar tetap memperhatikan standar gizi pada menu di dalam program tersebut.
Pemerintah Kota Malang terus mendorong SPPG supaya menjalankan tugas dengan mengedepankan profesionalitas untuk mengantisipasi kegaduhan soal menu kering MBG, sebagaimana yang muncul di media sosial beberapa waktu ke belakang.
Dia meminta SPPG menjaga kualitas layanan agar program ini semakin berjalan maksimal.
"Mutu makanan harus disesuaikan dengan kebutuhan anak seusia mereka, yang SD, SMP dan SMA. Jangan sampai memberikan makanan tidak sesuai dengan usia mereka," ucapnya.
Kesesuaian pelaksanaan program dengan aturan dari pemerintah pusat merupakan langkah memastikan terpenuhinya hak pelajar sebagai penerima manfaat memperoleh paket makanan yang sehat, meski ada perubahan bentuk menu selama Ramadhan.
Hingga saat ini, di Kota Malang terdapat 63 SPPG yang telah beroperasi dan melayani sekitar 80 ribuan pelajar.
"Kalau makan nasi mungkin sesuai ya, tapi kalau berbicara kering dan juga untuk kesehatan. Jangan sampai menu kering justru menimbulkan tenggorokan sakit dan sebagainya," ujar dia.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026