Malang Raya (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota memetakan wilayah rawan untuk mengantisipasi terjadinya perang sarung yang memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadhan 1447 Hijriah.
Kepala Bagian Operasional Polresta Malang Kota Komisaris Polisi Wiwin Rusli di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu, mengatakan merujuk pada hasil patroli dan pengamanan selama Ramadhan 2025, wilayah Kecamatan Kedungkandang dinilai rawan memunculkan peristiwa perang sarung.
"Berdasarkan informasi yang ada di daerah Kedungkandang (rawan perang sarung), tetapi kami tetap memberikan atensi ke semua daerah yang masuk wilayah hukum Polresta Malang Kota," kata Wiwin.
Perang sarung dianggap sebagai aktivitas yang berbahaya karena bisa memicu terjadinya tawuran dan mengancam keselamatan masyarakat. Tidak jarang juga pihak-pihak yang terlibat di dalam peran sarung menyisipkan batu sehingga akan melukai orang lain jika terkena sabetan.
Guna mengantisipasi terjadinya perang sarung, Polresta Malang Kota memperketat pengawasan dengan meningkatkan intensitas pelaksanaan patroli ke daerah yang dinilai rawan memunculkan kejadian tersebut.
Patroli yang diselenggarakan oleh kepolisian juga melibatkan petugas gabungan dari berbagai unsur di dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang.
Selain itu, kepolisian juga melakukan pengawasan untuk mengantisipasi penggunaan petasan hingga terjadinya kejahatan jalanan penjambretan dan pencurian kendaraan bermotor yang bisa mengganggu situasi kondusif wilayah selama Ramadhan.
"Kami melakukan antisipasi terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya," ucap dia.
Wiwin menambahkan Bhabinkamtimbas di setiap wilayah kelurahan telah diinstruksikan berkeliling menyosialisasikan aturan selama Ramadhan yang diterbitkan Pemkot Malang dalam bentuk surat edaran wali kota.
Sosialisasi turut dilakukan Bhabinkamtibmas ke seluruh takmir masjid di Kota Malang. "Alangkah baiknya di bulan Ramadhan yang penuh khidmat ini, fokus melaksanakan ibadah seperti salat tarawih atau tadarus," tuturnya.
