Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mendorong agar para pemuda pemilik UMKM untuk menguasai "digital marketing" (pemasaran digital), sehingga usahanya bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
Wakil Wali Kota Kediri K.H. Qowimuddin Thoha mengemukakan saat ini dunia usaha bergerak sangat cepat. Persaingan bukan hanya antarkelurahan atau antarkota, tetapi sudah lintas provinsi bahkan lintas negara.
"Karena itu, kemampuan digital bukan lagi tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan utama bagi siapa pun yang ingin bertahan dan berkembang," katanya dalam workshop penjualan secara digital oleh KNPI Kediri di Kediri, Minggu.
Ia menambahkan, zaman dahulu saat berdagang harus memikirkan punya lapak di pasar atau bangunan toko. Namun dengan kemudahan digital yang ditawarkan, semua bisa berdagang tanpa punya toko fisik, tapi membangunnya secara daring.
Dirinya mengapresiasi adanya edukasi terkait dengan strategi penjualan lewat daring ini. Dengan kesempatan ini bisa dimanfaatkan oleh para pemuda.
Menurut dia, peluang seperti ini dapat menjadi ruang para pemuda untuk makin semangat berkarya. Hal ini juga menjadi ikhtiar penting untuk memperkuat kemampuan digital para pemuda dan pelaku UMKM di Kota Kediri.
"Workshop ini memadukan literasi keuangan dari Bank Indonesia dan strategi jualan daring dari para praktisi. Kolaborasi seperti ini adalah bentuk konkret bahwa pemuda Kota Kediri siap berkompetisi di tengah perubahan era digital," kata dia.
Wakil Wali Kota Kediri juga menambahkan di era digital ini, membaca peluang dalam berdagang berarti harus memahami algoritma, memaksimalkan konten, membaca data, dan memahami perilaku pembeli.
Kegiatan ini, kata dia, adalah bekal penting bagi para pemuda agar dapat menjadi wirausahawan modern yang adaptif dan berdaya saing, sehingga ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti menjadi catatan atau sekadar materi pelatihan, namun dapat diamalkan dan memberi manfaat bagi orang banyak.
Sementara itu, Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia, (KNPI) Kota Kediri Munjidul Ibad mengatakan kegiatan ini adalah salah satu kegiatan peningkatan kemampuan pemuda dalam hal digital marketing.
"Nanti peserta ini ada grupnya dan kami dampingi. Nanti teman-teman kalau ada kesulitan bisa tanya di grup dan diurai masalahnya. Harapannya juga bisa kolaborasi dengan dinkop untuk bisa memajukan perekonomian Kota Kediri," kata dia.
Workshop ini diikuti sekitar 100 orang dari organisasi kepemudaan, karang taruna dan pelaku UMKM di Kota Kediri.
