Surabaya (ANTARA) - Program Studi Visual Communication Design (Desain Komunikasi Visual) Universitas Ciputra Surabaya menggelar pameran Monospace yang menampilkan karya mahasiswa lintas semester dan telah diadopsi pemerintah, industri, komunitas, serta mitra internasional.
Kepala Program Studi Visual Communication Design (Desain Komunikasi Visual) Universitas Ciputra (UC), Christian Anggrianto, mengatakan Monospace lahir dari keinginan kampus untuk mengangkat derajat profesi desainer dan menunjukkan kontribusi desain bagi kehidupan publik.
“Kami ingin meningkatkan harga diri seorang desainer. Kami mau menunjukkan bahwa desain punya peran dan andil besar di masyarakat,” ujarnya di Surabaya, Jumat.
Ia menjelaskan kurikulum VCD UC sejak 2006 hingga 2025 terus berevolusi menjawab isu masyarakat, teknologi, lingkungan, dan kewirausahaan.
Evolusi tersebut berpuncak pada riset kolaboratif dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tahun lalu yang menghasilkan model kebijakan ekosistem pentahelix.
“Selama 19 tahun kami menemukan bahwa lima pihak ini tidak bisa dipisahkan kalau ingin menghasilkan generasi yang siap masa depan. Mahasiswa kami bertemu kampus lain, mengerjakan real client project di kelas, membangun portofolio, jaringan, sampai bisa diterima industri bahkan sebelum lulus,” ucapnya.
Keterlibatan pemerintah juga menjadi bagian penting dalam pameran ini. Mahasiswa dipercaya mengerjakan berbagai proyek kota, mulai identitas visual Makam Peneleh, rancangan identitas wilayah, hingga elemen desain untuk Pemerintah Kota Surabaya dan Kebun Binatang Surabaya (KBS).
“Desain bukan cuma gambar yang cantik. Desain bisa memberikan perubahan. Industri bisa meningkatkan nilai ekonominya, pemerintah jadi lebih menarik, komunitas bisa naik kelas,” tegas Christian.
Mahasiswa juga bekerja bersama komunitas melalui kegiatan mural dan pelatihan pengolahan tempe di kampung-kampung.
“Entrepreneurship bukan hanya profit, tapi bagaimana membuat impact ke lingkungan kita,” tambahnya.
Ketua acara Monospace, Evan Raditya Pratomo, menyebut peserta pameran berasal dari mahasiswa semester 1 hingga 6 dengan karya hasil berbagai kolaborasi, termasuk dari Malaysia dan Wacom Jepang.
“Kolaborasi dengan Wacom sangat menarik. Kami bahkan ke Jepang untuk bertemu langsung dengan tim Wacom, lalu membawa proyek itu ke kelas. Ini kami pamerkan juga di Monospace,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari pemerintah pusat melalui Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama Kemenparekraf, Yanuar Arief, S.E., M.M., yang memberikan apresiasi saat membuka pameran.
“Apresiasi kepada VCD UC yang telah menerapkan ekosistem pentahelix dalam proses pembelajarannya. Menarik sekali bagaimana VCD bisa menarik dunia industri, kampus rekanan, komunitas, media, dan berkolaborasi dengan government,” ujarnya.
Ia menilai pameran ini penting untuk memperbaiki persepsi keliru masyarakat tentang desain.
“Desain berperan meningkatkan kualitas entitas bisnis, industri, komunitas, bahkan government,” katanya.
VCD Universitas Ciputra pamerkan karya diadopsi pemerintah-industri
Jumat, 21 November 2025 17:08 WIB
Pengunjung melihat Monospace, pameran pendidikan kreatif yang menampilkan karya mahasiswa lintas semester yang diadopsi pemerintah, industri, komunitas, hingga mitra internasional di Ciputra World Surabaya, Jumat (21/11/2025). (ANTARA/Willi Irawan)
Kami mau menunjukkan bahwa desain punya peran dan andil besar di masyarakat
