Situbondo (ANTARA) - Penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Situbondo dari 3,15 persen pada 2024 menjadi 3,02 persen pada tahun 2025 dipengaruhi pertumbuhan atau pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
"Tingkat pengangguran terbuka di Situbondo trennya menurun, dan ini perkembangan yang bagus," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Situbondo Ribut Hadi Candra di Situbondo, Jawa Timur, Jumat.
Selain dipengaruhi pertumbuhan UMKM, lanjut dia, turunnya angka pengangguran terbuka di "Kota Santri" itu juga dipengaruhi beberapa hal lainnya, seperti kegiatan pelatihan tenaga kerja dan agenda-agenda informasi lowongan pekerjaan, termasuk bursa kerja.
Sehingga, kata Candra, kondisi ketenagakerjaan di Situbondo menunjukkan perkembangan positif dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan bahwa penurunan angka pengangguran terbuka mencerminkan meningkatnya kemampuan pasar kerja di Situbondo dalam menyerap tenaga kerja baru.
"Kondisi ini mengindikasikan perbaikan ekonomi lokal seiring dengan meningkatnya kesempatan kerja di berbagai sektor produktif," kata Candra.
Sementara tingkat partisipasi angkatan kerja atau TPAK, kata dia, meningkat, dari 76,66 persen menjadi 78,51 persen atau kenaikannya sebesar 1,85 persen.
"Kenaikan partisipasi angkatan kerja ini menunjukkan semakin banyak penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi," kata Candra.
Secara keseluruhan, capaian ini menandakan arah positif pemulihan ekonomi daerah, dengan penyerapan tenaga kerja yang lebih baik dan partisipasi masyarakat yang kian aktif dalam kegiatan ekonomi produktif.
