Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu Jawa Timur meningkatkan kesiapsiagaan aparatur negara di setiap instansi di wilayah itu dalam menghadapi situasi bencana alam gempa bumi melalui penyelenggaraan simulasi tanggap darurat.
Wali Kota Batu Nurochman di Batu, Selasa, mengatakan seluruh pihak yang terlibat, mulai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Dinas Kesehatan, hingga pemadam kebakaran dilatih untuk mengoptimalkan kecepatan dan ketepatan evakuasi korban hingga penanganan pascabencana.
"Latihan seperti ini sangat penting untuk memastikan semua pihak tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi," kata Nurochman.
Simulasi tersebut diselenggarakan kawasan Balai Kota Among Tani, Kota Batu.
Skenario pada kegiatan itu, yakni pelaksanaan evakuasi masyarakat oleh petugas Mal Pelayanan Publik (MPP) di Balai Kota Among Tani menuju titik kumpul penyelamatan.
Pada kegiatan itu turut disimulasikan adanya kerusakan bangunan hingga menyebabkan korban luka-luka.
Kondisi tersebut kemudian disusul kedatangan tim reaksi cepat (TRC) untuk mengevakuasi korban kemudian memberikan pertolongan pertama, serta mendirikan posko kesehatan dan dapur umum bagi warga terdampak.
Nurochman menyatakan bahwa simulasi ini harus ditularkan kepada para warga, agar mereka memiliki pemahaman tentang tata cara evakuasi mandiri sembari menunggu kedatangan personel yang bertugas melakukan penanganan bencana alam gempa bumi.
"Ini adalah bentuk tanggung jawab bersama dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana," ujar dia.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Suwoko mengatakan simulasi ini menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan para kepala desa dan lurah.
"Seluruh aparatur dan masyarakat semakin siap, sigap, dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang," kata dia.
Selain itu, BPBD Kota Batu telah merencanakan memperkuat sistem peringatan dini atau EWS yang dilaksanakan dalam waktu dekat.
Langkah itu diambil guna meningkatkan pola deteksi dini terhadap segala bentuk kemunculan potensi bencana alam di wilayah Kota Batu.
