Kota Batu, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, Jawa Timur, berkomitmen menjaga kelestarian sumber mata air Umbul Gemulo melalui penguatan langkah konservasi dan tata kelola pengairan.
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto di Kota Batu, Kamis, mengatakan pemkot setempat telah melakukan pengalihan kartu inventaris barang atau KIB aset pemerintah daerah dengan luas sekitar 6 ribu meter persegi di kawasan sumber mata air Umbul Gemulo untuk fungsi konservasi.
"Ini bentuk komitmen dari pemerintah untuk menjadikan Umbul Gemulo sebagai kawasan tangkapan air dan area konservasi," kata Heli.
Heli menjelaskan area konservasi dari hasil pengalihan KIB membentang mulai dari Taman Kenanga hingga di depan kawasan Hotel Purnama. Area itu berada di bawah pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup.
Lantaran telah difungsikan sebagai area konservasi, maka pemanfaatannya hanya untuk pelestarian lingkungan dan ruang terbuka hijau (RTH).
Melalui cara ini Pemkot Batu berupaya menjaga keberlanjutan eksistensi Umbul Gemulo agar bisa diwariskan dan dinikmati oleh generasi selanjutnya.
Selain itu, upaya menjaga keberadaan sumber mata air Umbul Gemulo dipastikannya melibatkan peran masyarakat dan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM).
Heli menyampaikan, sudah menyelenggarakan pertemuan dengan HIPPAM pada hari ini guna membahas langkah strategis dalam upaya menjaga kelestarian sumber mata air di Kota Batu, termasuk Umbul Gemulo yang banyak dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat.
Pada pertemuan itu, lanjut dia, baik masyarakat maupun pengelola HIPPAM menyampaikan beberapa usulan, salah satunya pembelian lahan milik swasta di sekitar sumber mata air untuk menjaga fungsi kawasan sebagai area resapan air.
Pihaknya akan mempertimbangkan usulan tersebut sebelum mengambil kebijakan ke depan.
"Ini forum penting karena untuk mendengar langsung aspirasi. Karena itu, kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci, kami ingin meninggalkan mata air bukan meninggalkan air mata," tutur dia.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026