Malang Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur meningkatkan pemantauan lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang berpotensi mengalami kemacetan saat berlangsungnya sejumlah momen libur panjang, yakni Kenaikan Isa Almasih, Idul Adha dan Hari Raya Waisak.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra di Kota Malang, Senin, mengatakan mengacu dari hasil pemetaan, titik rawan macet terletak di Jalan Ahmad Yani, Jalan Borobudur, Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Merdeka.

"Mengenai upaya ekstra sudah disusun, kami menggunakan teknologi dan aplikasi yang mampu memberikan laporan secara real time," kata Widjaja.

Dari hasil pemetaan itu diketahui bahwa Jalan Ahmad Yani dikatakan sebagai titik rawan macet karena menjadi jalur penghubung yang dilintasi kendaraan dari arah Gerabang Tol Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Lalu, untuk Jalan Borobudur merupakan salah satu kawasan yang memiliki banyak keberadaan kafe dan menghubungkan ke arah Jalan Sukarno-Hatta menuju Kota Batu.

Sedangkan, sepanjang Jalan Basuki Rahmat menjadi kawasan destinasi pariwisata. Di lokasi itu juga berjajar kafe, restoran, dan kawasan wisata Kayutangan Heritage.

Kemudian, Jalan Merdeka terdapat Alun-Alun Merdeka yang kerap kali menjadi jujukan wisatawan maupun masyarakat lokal beraktivitas menghabiskan waktu liburan.

Dia menyampaikan pemaksimalan perangkat digital untuk menyiasati keterbatasan jumlah personel dalam mengurai kemacetan dalam satu waktu yang sama.

"Kalau di titik-titik itu muncul kemacetan kami bisa langsung mengirimkan petugas ke sana untuk melakukan penanganan," ujar dia.

Sedangkan, untuk penerapan mekanisme rekayasa lalu lintas Dishub setempat perlu mengkomunikasikannya dengan Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota.

"Karena itu memang membutuhkan ketentuan tersendiri sehingga perlu dikoordinasikan," ucap dia.

Sedangkan, untuk jalan nasional yang menghubungkan Kota Malang dengan Kabupaten Malang diperkirakan oleh Dishub Kota Malang tak akan sepadat momen libur seperti biasanya.

Widjaja menyampaikan prediksi itu dikarenakan tiga rangkaian libur panjang akhir pekan berbarengan dengan musim haji.

"Tetapi kami tetap melakukan antisipasi terhadap potensi anomali, artinya kondisi yang semula diprediksi tidak macet bisa tiba-tiba terjadi kemacetan," tuturnya.



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026