Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pooling fund bencana (PFB) disiapkan oleh pemerintah untuk mempercepat respons penanganan terhadap fase bencana, mulai prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana.
"PFB adalah inovasi pendanaan yang disiapkan pemerintah untuk mempercepat respons kebencanaan, termasuk pemulihan pascabencana," kata Pelaksana tugas (Plt) Inspektur Utama BNPB Saeful Alam seusai sosialisasi PFB di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jawa Timur, Rabu.
Berdasarkan keterangan dari laman resmi BNPB, pendanaan penanggulangan bencana melalui PFB untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan penanggulangan dan kapasitas anggaran daerah.
PFB atau pendanaan bersama penanggulangan bencana merupakan instrumen pembiayaan terencana yang dikembangkan oleh BNPB bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Saeful menyatakan pemerintah daerah termasuk di Jawa Timur bisa mengajukan pendaan PFB dengan menyesuaikan terhadap kondisi di wilayahnya.
"Prosesnya cepat dan melibatkan aparat pengawas internal pemerintah (APIP) setempat," ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman menyebut bahwa PFB adalah skema strategis yang bisa dimanfaatkan oleh daerah saat adanya kondisi darurat bencana alam.
Dia menyampaikan pemerintah sudah menyiapkan belanja tidak terduga sebagai bagian dari mekanisme pembiayaan, termasuk dukungan bagi potensi kerawanan yang muncul di masyarakat.
"Ini menjadi upaya konkret kita dalam memastikan mekanisme penanggulangan berjalan sesuai ketentuan dan dapat digunakan tepat waktu," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Nurochman juga menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan penguatan pola mitigasi bencana alam, dengan pemetaan kerawanan bencana, susur sungai, pembersihan sumbatan, peningkatan kapasitas relawan, dan membentuk sistem kebencanaan terpadu.
Serangkaian upaya tersebut untuk memastikan penanggulangan dan penanganan kejadian bencana alam bisa berjalan cepat dan terukur.
"Penting juga menjaga kawasan Kota Batu yang berada di ketinggian 700 sampai 2.000 mdpl dengan kontribusi sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM sebesar 47,43 persen terhadap perekonomian daerah," ucapnya.
Kegiatan sosialisasi PFB yang diselenggarakan di Kota Batu dirangkaikan dengan penanaman vegetasi bersama pemerintah pusat dan unsur forum koordinasi pimpinan daerah setempat, sebagai bagian penguatan pelestarian lingkungan.
