Tokyo (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa bertemu dengan keluarga warga negara Jepang yang diculik Korea Utara beberapa dekade lalu dan memperbarui komitmennya untuk mendorong pemulangan para korban kepada keluarga mereka sesegera mungkin.
Bersama Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi, pertemuan singkat tersebut berlangsung di State Guest House di Tokyo, tempat keduanya mengadakan pembicaraan tatap muka pertama.
Trump mengatakan kepada keluarga para korban bahwa pemerintahannya sejalan dengan Jepang dalam masalah tersebut dan menuturkan bahwa “kami selalu memikirkan hal ini.”
“Kami akan melakukan segalanya,” kata Trump.
Selama masa jabatan pertamanya, Trump juga pernah bertemu dengan keluarga warga Jepang yang menjadi korban penculikan Korea Utara.
Jepang secara resmi mencatat 17 warganya telah diculik oleh Korea Utara pada tahun 1970-an dan 1980-an. Namun, Jepang menduga bahwa para agen Korea Utara terlibat dalam lebih banyak kasus penghilangan warganya.
Lima korban telah dipulangkan pada 2002, dan sejak itu belum ada kemajuan berarti dalam upaya memulangkan korban lainnya.
Trump telah berulang kali membanggakan hubungan baiknya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, meskipun pembicaraan denuklirisasi keduanya gagal pada 2019. Trump juga telah menyuarakan keinginannya untuk kembali menjalin dialog diplomatik dengan Pyongyang.
Baik Jepang maupun Amerika Serikat hingga kini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Korea Utara.
Sumber: Kyodo-OANA
Trump temui keluarga warga Jepang yang diculik Korea Utara
Selasa, 28 Oktober 2025 14:54 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa.
