Surabaya - Masyarakat transportasi di Indonesia belum siap memanfaatkan bahan bakar gas (BBG) yang diindikasikan dengan permintaan pasar yang masih sangat minim meskipun pasokan gas bumi cukup menyebar di Tanah Air. "Padahal, tahun 2012 pasokan gas di pasar nasional cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat terutama di sektor transportasi," kata Kepala Sub Bagian Penyusunan dan Perundang-undangan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Mohammad Alvansyah, di Surabaya, Kamis. Dalam Edukasi dan Sosialisasi Pemakaian Bahan Bakar Gas untuk Transportasi secara Aman kepada Masyarakat ia menyebutkan, potensi pasokan gas di Indonesia secara keseluruhan mencapai 35,5 MMSCFD yang menyebar di tiga kawasan yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Palembang. MMSCFD adalah singkatan dari Million Metric Standard Cubic Feet per Day atau Juta Standar Metrik Kaki Kubik per Hari. Satuan ini biasa digunakan dalam produksi gas. Menurut dia, keuntungan penggunaan BBG bagi masyarakat di antaranya bisa memperoleh harga bahan bakar yang lebih murah dibandingkan memakai bahan bakar minyak (BBM), dan emisi gas lebih rendah daripada BBM. "Bagi pemerintah, penggunaan BBG memberi keuntungan berupa penghematan subsidi BBM dan peningkatan jaminan pasokan energi domestik sehingga meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat," katanya. Sejumlah Produsen Mohammad Alvansyah lebih lanjut mengemukakan, ketersediaan gas di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) berasal dari sejumlah produsen gas. Ia mencontohkan, di wilayah Jabodetabek didukung produksi gas dari Pertamina EP sebesar 10,1 MMSCFD, Medco E & P Indonesia sebesar 2 MMSCFD, dan PHE ONWJ sebesar 4 MMSCFD. "Selain itu, dikontribusi oleh produksi gas PGN sebesar 5 MMSCFD dan JOBP Talisman 2 MMSCFD," katanya. Produksi lainnya dari Jatim meliputi wilayah Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Volume gas yang siap dipasok kepada masyarakat berasal dari PHE WMO sebanyak 5,2 MMSFD dan Santos (Madura Offshore) Pty Ltd sebesar 10,2 MMSCFD. "Besaran produksi gas tersebut membuktikan bahwa kini Jatim siap memanfaatkan komoditas itu meskipun permintaan masyarakat masih minim," katanya. Di sisi lain, kata dia, produsen gas yang memiliki rencana mengalokasi pasokan gas bumi untuk sektor transportasi pada tahun 2012 berada di Palembang yang secara keseluruhan mencapai 2,2 MMSCFD. "Dari total gas yang tersedia di Palembang, sebesar 1,35 MMSCFD disumbang oleh Pertamina EP dan 0,85 MMSCFD dari produsen gas Sarana Pembangunan Palembang Jaya," katanya. (*)
Berita Terkait
BP BUMN pastikan stimulus diskon tiket kereta Nataru terserap optimal
23 Desember 2025 16:03
Menko PMK: Akses transportasi di wilayah bencana berangsur pulih
19 Desember 2025 12:50
Menhub pastikan kesiapan transportasi darat Natal-Tahun Baru di Jatim
17 Desember 2025 13:02
Menhub pastikan integritas layanan transportasi libur akhir tahun
23 November 2025 14:15
Trans Jatim raih penghargaan nasional inovasi transportasi publik
8 November 2025 13:49
DJKA dan Daop 8 gelar ramp check sarana KA Jelang Natal-Tahun Baru
8 November 2025 11:40
Daop 8 buka pemesanan tiket KA periode Desember 2025 secara bertahap
7 November 2025 11:17
Dishub Jatim siapkan sistem transportasi penghubung Bandara Dhoho
6 November 2025 20:52
