Surabaya (ANTARA) - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) memastikan kebijakan stimulus diskon tarif transportasi kereta api pada masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) terserap secara optimal oleh masyarakat.
Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf mengatakan hal tersebut saat meninjau langsung arus penumpang di Stasiun Surabaya Gubeng, Jawa Timur, Selasa, sebagai salah satu stasiun dengan tingkat mobilitas tertinggi selama periode libur akhir tahun.
"KAI menyediakan sebanyak 1,5 juta tiket kereta api ekonomi komersial dengan diskon tarif sebesar 30 persen secara nasional pada periode 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 dan itu terlaksana dengan baik," kata Aminuddin, Selasa.
Aminuddin menyebutkan hingga hari kedua pelaksanaan program, tingkat penjualan tiket diskon telah mencapai sekitar 61 persen atau setara 915.000 tiket, baik untuk perjalanan yang sudah berlangsung maupun yang masih akan dilakukan.
Penyerapan tersebut, kata dia, menunjukkan stimulus berjalan dengan baik dan diminati masyarakat, terlebih masa libur Nataru masih cukup panjang.
Oleh karena itu, ia optimistis pemanfaatan tiket diskon tersebut akan terus meningkat seiring berjalannya periode libur, sehingga seluruh kuota yang disediakan pemerintah dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Selain itu, BP BUMN mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas stimulus transportasi yang tersedia, mengingat tingginya potensi pergerakan masyarakat selama Nataru.
"Berdasarkan proyeksi, jumlah pergerakan masyarakat pada periode Nataru diperkirakan mencapai sekitar 120 juta perjalanan, dengan hampir 80 persen di antaranya menggunakan moda transportasi darat, termasuk kereta api," ujarnya.
Sementara, PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya telah menyiapkan sebanyak 449.352 tiket kereta api dengan berbagai tujuan selama periode Nataru, termasuk tiket kereta api ekonomi komersial yang mendapatkan diskon tarif 30 persen.
