Lamongan (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Lamongan mengungkap hasil identifikasi jenazah laki-laki yang ditemukan terikat di parit tepi Jalan Nasional Lamongan–Babat sebagai ARH, warga Pekalongan, Jawa Tengah, dan memulangkannya ke rumah duka.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Lamongan Ipda M Hamzaid mengatakan identitas korban diketahui setelah pemeriksaan lanjutan dan pencocokan data di RSUD dr. Soegiri Lamongan.
“Benar, hasil identifikasi menunjukkan korban berinisial ARH merupakan warga Pekalongan, Jawa Tengah,” katanya saat dikonfirmasi di Lamongan, Jawa Timur, Rabu.
Ia menjelaskan, jenazah tersebut dipulangkan pada Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB menggunakan mobil ambulans.
“Pemulangan dilakukan oleh pihak kepolisian atas perintah Kapolres setempat untuk mengantar langsung hingga ke rumah duka,” jelasnya.
Ia menambahkan, keluarga korban merupakan warga kurang mampu, sehingga kepolisian memfasilitasi pemulangan jenazah sebagai bentuk empati dan kepedulian sosial.
“Polisi saat ini masih menyelidiki penyebab kematian korban dan menunggu hasil autopsi dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Kepolisian Daerah Jawa Timur,” tambahnya.
Sebelumnya, warga Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta wajah tertutup kain berwarna kuning di parit tepi Jalan Nasional Lamongan–Babat pada Selasa (21/10).
Di sekitar lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, antara lain topi, jaket, sandal, alat musik ukulele, gelang, dan tas biru berisi pakaian.
