Lamongan (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Lamongan menyita 1.222 botol minuman keras (miras) ilegal dari sebuah warung di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dalam operasi Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).

Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid mengatakan penyitaan tersebut dilakukan setelah personel Polsek Brondong menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan penjualan minuman beralkohol secara ilegal di wilayah setempat.

"Petugas menyita total 1.222 botol minuman beralkohol berbagai jenis yang ditemukan saat pemeriksaan di lokasi," katanya di Lamongan, Jawa Timur, Selasa.

Ia menjelaskan barang bukti yang disita meliputi 808 botol arak oplosan ukuran 200 mililiter dengan total sekitar 202 liter, 38 botol minuman beralkohol ukuran 1,5 liter atau sekitar 57 liter, 20 botol bir, serta 356 botol minuman beralkohol berbagai merek.

Selain menyita barang bukti, lanjut dia, petugas juga mendata penjual berinisial MF (20), warga Kecamatan Brondong, untuk proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Hamzaid menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Kapolsek Brondong Iptu Ahmad Zainuddin bersama anggotanya menyebutkan berbagai jenis minuman beralkohol tersebut diperjualbelikan tanpa izin.

"Peredaran minuman keras ilegal berpotensi memicu tindak kriminalitas maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat sehingga perlu dilakukan pengawasan serta penindakan secara berkelanjutan," katanya.

Sebagai informasi, penindakan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Lamongan Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pengendalian dan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak memproduksi, menjual, maupun mengonsumsi minuman keras ilegal karena dapat membahayakan kesehatan serta berpotensi menimbulkan gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.



Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026