Surabaya (ANTARA) - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/BPN) Ossy Dermawan meminta kepada Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Pengurus Wilayah (Pengwil) Jawa Timur menjaga tertib hukum pertanahan.
Ia menegaskan para PPAT harus selalu menjaga integritas dan profesionalisme terutama saat menghadapi tantangan dan risiko yang mungkin timbul dari penerapan sistem elektronik.
"Kami mengajak seluruh PPAT untuk mendukung penuh transformasi digital khususnya dalam implementasi layanan elektronik," katanya dalam seminar IPPAT Pengurus Wilayah (Pengwil) Jawa Timur bertajuk Tanggung Jawab PPAT dalam Mengimplementasikan Pelayanan Hak Atas Tanah secara Elektronik serta Mitigasi Risiko dalam Pelaksanaan Jabatan" di Surabaya, Senin.
Ia menekankan pentingnya peran PPAT sebagai mitra strategis Kementerian ATR/BPN dalam mewujudkan layanan pertanahan yang modern, cepat, dan transparan.
Ia mengatakan kolaborasi antara Kementerian ATR/BPN dengan PPAT merupakan kunci untuk mempercepat transformasi layanan pertanahan di Indonesia.
"Dengan sistem yang terintegrasi, kita bisa memastikan setiap transaksi pertanahan berjalan sesuai prosedur dan terhindar dari praktik-praktik ilegal," ujarnya.
Berdasarkan indeks SPBE Kementerian ATR/BPN tahun 2024 meningkat atau melebihi indeks SPBE 2023 sebesar 3,95 dengan predikat Sangat Baik.
Capaian pertanahan secara nasional di Jawa Timur juga menjadi lebih nyata dengan ikut sertanya peran PPAT dimana bertugas tidak hanya soal teknis, tapi juga merupakan amanah dan moral yang harus dijalankan dengan integritas.
Seminar yang diikuti kurang lebih 1000 anggota IPPAT se-Jawa Timur ini juga menghadirkan beberapa narasumber ahli di bidang hukum dan pertanahan.
Para peserta diajak mendiskusikan berbagai aspek teknis dan yuridis terkait layanan elektronik, seperti pendaftaran hak, Roya, dan pengecekan sertifikat dalam jaringan. Diskusi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang tanggung jawab hukum PPAT dalam menghadapi era digital.
Ketua Pengwil IPPAT Jawa Timur Sri Jatmikowati pun menyambut baik kehadiran Wamen ATR/BPN. Ia menegaskan komitmen IPPAT untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
"Kami siap berkolaborasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk menyukseskan program-program strategis, termasuk layanan elektronik," katanya.
Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para PPAT untuk bertukar pikiran, memperluas wawasan, dan memperkuat sinergi dalam rangka menciptakan layanan pertanahan yang lebih efisien, transparan, dan terpercaya bagi masyarakat.
"Dengan adanya seminar ini, diharapkan para PPAT semakin siap dalam menghadapi tantangan era digital dan mampu memitigasi risiko jabatan dengan lebih baik," katanya.
