Malang Raya (ANTARA) - Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita meminta kepada seluruh anggotanya agar sopan dan santun saat berkomunikasi dengan rakyat.
Amithya di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, mengatakan pemilihan kata dan cara penyampaian sebuah informasi yang baik bertujuan untuk mencegah adanya kesalahpahaman di ranah publik.
"Tentang pola komunikasi itu sudah sering saya sampaikan melalui ketua fraksi untuk diteruskan kepada setiap anggotanya. Artinya, inti berkomunikasi dengan rakyat harus terukur dan mengedepankan sopan santun," kata Amithya.
Dia tak memungkiri dengan mengedepankan norma dan nilai luhur saat menjalin komunikasi dengan rakyat akan mampu menciptakan sebuah kondisi aman dan tentram.
Berkomunikasi dengan cara yang baik kepada publik merupakan sebuah dasar penting dalam upaya memastikan negara dalam keadaan yang harmonis serta rukun.
Posisi sebagai anggota DPRD, kata dia, merupakan mandat yang diberikan oleh rakyat dan harus dipertanggungjawabkan penuh dengan sepenuhnya menjaga kepercayaan publik.
Maka dari itu, Amithya mengingatkan kepada seluruh anggotanya supaya mengingat kembali dari mana dia berasal dan karena siapa dia bisa duduk di kursi wakil rakyat.
Hal tersebut tidak boleh dilupakan karena menjadi sebuah fakta, bahwa seorang wakil rakyat dipilih oleh masyarakat melalui proses politik berupa pemilihan umum (pemilu).
"Jadi jangan lupa kalau kami ini sebenarnya adalah masyarakat yang diberikan amanah atau kepercayaan untuk menyuarakan lebih kencang tentang aspirasi rakyat hingga ke tingkat lebih tinggi," ucapnya
Beberapa peristiwa di tingkat pusat atau dalam hal ini yang sempat terjadi DPR RI dan menimbulkan kegaduhan hingga kemarahan publik harus dijadikan pembelajaran oleh para legislator, khususnya di Kota Malang.
Dia tak ingin kejadian beberapa waktu lalu yang menimpa beberapa anggota DPR RI terjadi kepada anggota DPRD Kota Malang.
"Jangan agresif, semuanya menjadi evaluasi bagi diri kami," ujarnya.
