Surabaya (ANTARA) - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur menilai iklim investasi dan perdagangan di provinsi ini dalam kondisi terjaga dan kondusif melalui berbagai kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim.
“Kami menilai Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menunjukkan keseriusan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Ketua Umum BPD HIPMI Jatim Ahmad Salim Assegaf di Surabaya, Rabu.
Ahmad menuturkan terjaganya iklim investasi dan perdagangan di Jatim di antaranya terlihat dari berbagai kebijakan yang langsung menyentuh pelaku usaha khususnya sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu terobosan yang diapresiasi HIPMI Jatim adalah Program Prokesra Bank UMKM Jatim karena mampu membuat ribuan pelaku usaha mikro mendapatkan akses permodalan yang lebih mudah.
Hingga Maret 2025, tercatat sebanyak 1.989 debitur telah menerima manfaat pembiayaan ini sehingga menjadi bukti nyata hadirnya dukungan pemerintah bagi pengusaha kecil di tengah tantangan ekonomi global.
Peningkatan daya saing UMKM di pasar internasional juga terus dioptimalkan yaitu salah satunya melalui inisiatif Rumah Kurasi dan Communal Branding yang dijalankan Bank Indonesia (BI) bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN), serta HIPMI.
Program tersebut memfasilitasi UMKM dalam meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan, serta mendorong mereka masuk ke pasar ekspor.
Kemudahan dalam akses perizinan usaha turut menjadi fokus Pemerintah Provinsi Jawa Timur yakni sepanjang periode 2024-2025 terdapat 98,52 persen pelaku usaha yang memperoleh sertifikasi halal dari BPJPH berasal dari sektor industri kecil dan menengah.
“Itu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberikan kepastian usaha sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal,” kata Ahmad.
Selain itu, strategi misi dagang Jatim dengan banyak daerah pun membuahkan hasil positif seperti dengan Provinsi Lampung sebesar Rp1,05 triliun, dengan Nusa Tenggara Barat (NTB) Rp1,06 triliun, dan dengan Kalimantan Timur (Kaltim) sebesar Rp1,05 triliun.
Bagi HIPMI Jatim, misi dagang ini bukan hanya sekadar pertukaran komoditas melainkan juga menjadi wahana penguatan jejaring perdagangan lintas daerah.
Lebih jauh, capaian tersebut turut diperkuat oleh pertumbuhan ekonomi yang solid yang berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal I 2025 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur mencapai Rp819,30 triliun.
Angka yang meningkat Rp16,85 triliun dibandingkan kuartal sebelumnya itu utamanya ditopang oleh sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.
Oleh sebab itu, Ahmad menegaskan HIPMI akan menjaga stabilitas Jatim terutama menyusul adanya potensi aksi demonstrasi skala besar di Surabaya dalam waktu dekat yang dinilai berpotensi mengganggu iklim usaha dan perdagangan di daerah.
“Kebebasan berpendapat tetap harus berjalan tapi jangan sampai mengorbankan kepentingan masyarakat luas khususnya dunia usaha dan investasi,” ujar Ahmad.
