Surabaya - Sebanyak 33 lembaga pendidikan asal Jepang baik perguruan tinggi negeri maupun swasta dan lembaga bahasa menggelar pameran pendidikan selama sehari di Ballroom Hotel Sheraton Surabaya, Sabtu. Lembaga pendidikan yang terlibat pada pameran kali ini terdiri atas 11 perguruan tinggi negeri dan universitas yang dikelola pemerintah daerah, 12 universitas swasta, delapan lembaga bahasa Jepang, satu universitas lokal publik, dan satu lembaga Japan Educational Exchanges and Services. Setelah di Surabaya, pameran pendidikan Jepang yang diselenggarakan Japan Student Service Organization (Jasso) bekerja sama dengan Perhimpunan Alumni dari Jepang (Persada), selanjutnya digelar di Balai Sidang JCC, Jakarta, Minggu (30/9). Menurut perwakilan Jasso, Verawati, lembaga pendidikan Jepang yang bergabung dalam pameran kali ini, jumlahnya hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu, termasuk perguruan tinggi swasta. "Mereka ingin menarik minat pelajar dari Indonesia untuk belajar ke Jepang, karena hingga kini jumlahnya masih sedikit," katanya didampingi Staf Bagian Penerangan Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Arfil Syahadat. Mengutip data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah pelajar dan mahasiswa Indonesia yang belajar di mancanegara pada tahun 2011 sebanyak 84.057 orang. Dari jumlah tersebut, mereka yang menempuh pendidikan di Jepang hanya sekitar 2.162 orang atau lebih rendah dibandingkan mahasiswa Indonesia yang belajar di negara lain, seperti Australia (16.545 orang), China (9.539 orang) dan Amerika Serikat (6.942 orang). Arfil Syahadat menambahkan, masih sedikitnya jumlah pelajar atau mahasiswa Indonesia yang belajar di Jepang, tidak lepas dari tingginya biaya pendidikan dan hidup yang harus dikeluarkan. "Oleh karena itu, pelajar atau mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke Jepang, sedapat mungkin mencari beasiswa baik yang disediakan pemerintah maupun lembaga pendidikan di Jepang. Dengan beasiswa, biaya yang dikeluarkan menjadi lebih ringan," katanya. Menurut ia, pemerintah Jepang melalui Kementerian Pendidikan setiap tahun menyediakan beasiswa bagi calon mahasiswa dari berbagai negara termasuk Indonesia. Program beasiswa itu dikenal dengan nama Monbukagakusho. (*)
Berita Terkait
Jepang Beri Bantuan Hibah Bidang Kesehatan dan Pendidikan di Jatim
6 September 2018 17:25
Pemerintah Jepang Bantu Lembaga Pendidikan di Jatim
13 November 2014 22:44
Rektorat baru Untag Surabaya perkuat arah World Class University
6 Januari 2026 17:52
Legislator Jatim sebut beasiswa prasejahtera sebagai investasi bangsa
3 Januari 2026 15:22
Warek II Untag Surabaya nilai teknologi chip China dorong inovasi
2 Januari 2026 18:22
Anggota DPRD Jatim salurkan bantuan biaya pendidikan
30 Desember 2025 20:47
Dindik Jatim pastikan kesiapan sekolah-siswa hadapi SNBP 2026
29 Desember 2025 14:12
Syaiful Ma'arif terpilih pimpin IKA FH Unair periode 2025-2030
28 Desember 2025 20:25
