Madura Raya (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep, Jawa Timur berupaya mencegah peredaran narkoba di wilayah itu melalui program Desa Bersih Narkoba atau "Desa Bersinar".
"Tahun ini ada dua desa yang menjadi sasaran program 'Desa Bersinar'," kata Kepala BNNK Sumenep, Bambang Sutrisno, di Sumenep, Selasa.
Ia menjelaskan, kedua desa itu masing-masing Desa Tanjung dan Desa Saronggi di Kecamatan Saronggi.
Sebelumnya, pada 2024 di Sumenep juga telah dibentuk "Desa Bersinar" yakni Desa Kertasada di Kecamatan Kalianget.
"Dengan demikian, hingga 2025 ini sudah ada tiga 'Desa Bersinar' di Sumenep ini," katanya.
Hanya saja, sambung Bambang, pembentukan "Desa Bersinar" di Desa Kertasada itu oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).
"Jadi, pembentukan 'Desa Bersinar' kali ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan yang telah dimulai sejak tahun sebelumnya oleh Pemkab Sumenep melalui institusi berbeda," katanya.
Menurut Bambang, pembentukan "Desa Bersinar" tidak hanya sekadar berupa pencanangan, akan tetapi diikuti dengan program nyata yang melibatkan semua lapisan masyarakat.
"Program itu berorientasi pada pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di desa itu, agar mereka bergerak bersama melawan penyalahgunaan narkoba,” katanya.
Semua elemen masyarakat di desa itu saling bersinergi, baik instansi pemerintah, lembaga pendidikan, instansi swasta, maupun masyarakat memiliki visi dan misi yang sama, agar desa mereka bebas dari peredaran narkoba, katanya menambahkan.
Kepala BNNK Bambang Sutrisno yakin, penambahan "Desa Bersinar" dari sebelumnya satu menjadi tiga itu akan lebih efektif dalam memberantas peredaran narkoba.
"Penguatan pemerintahan di tingkat desa perlu dilakukan, karena negara ini sejatinya adalah hamparan dari desa-desa. Jika semua desa dan kelurahan di negeri ini nantinya bersih dari peredaran narkoba, maka negara ini secara otomatis tentu bebas dari narkoba," katanya.
Upaya memberantas peredaran narkoba melalui pembentukan "Desa Bersinar" ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan BNNK Sumenep.
Upaya lain dengan menggencarkan sosialisasi tentang bahaya narkoba melalui media seni budaya.
