Madiun (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Jawa Timur menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sembilan kelurahan di wilayah setempat sebagai upaya untuk menurunkan harga bahan pokok, terutama komoditas beras.
"Kegiatan GPM kali ini menyasar sembilan kelurahan di Kota Madiun yang digelar selama tanggal 6-8 Agustus 2025. Dari sembilan kelurahan, masing-masing diambil tiga kelurahan untuk mewakili tiga kecamatan," ujar Kepala Bidang Ketahanan Pangan, DKPP Kota Madiun Sumini di Madiun, Rabu.
Menurut dia, kegiatan GPM kali ini digelar kembali sebagai upaya untuk menurunkan harga beras medium di pasaran yang mengalami kenaikan hingga Rp14.000 per kilogram.
Ia menilai kenaikan harga beras yang tidak segera diantisipasi, dapat mendongkrak harga komoditas bahan pangan lain.
Melalui gerakan pasar murah ini, masyarakat bisa mendapatkan beras SPHP dengan harga terjangkau, yakni Rp11.000 per kilogram atau Rp55.000 per kemasan lima kilogram.
Selain itu, tersedia juga minyak goreng seharga Rp15.500 per liter, gula pasir Rp16.500 per kilogram, serta bawang merah yang dijual dengan harga yang terjangkau.
Sumini menjelaskan sembilan kelurahan yang ditunjuk sebagai lokasi GPM, yakni Kelurahan Kelun, Kelurahan Pilangbango, dan Kelurahan Kanigoro untuk Kecamatan Kartojarjo.
Kemudian di Kecamatan Manguharjo, GPM digelar di Kelurahan Nambangan Kidul, Kelurahan Nambangan Lor, dan Kelurahan Sogaten. Sedangkan wilayah Kecamatan Taman, GPM digelar di Kelurahan Kuncen, Kelurahan Taman, dan Kelurahan Kejuron.
"GPM dibuka selama pukul 08.00 WIB sampai 15.30 WIB. Tidak ada syarat apa pun untuk membeli. Semua warga setempat boleh membeli," katanya.
Meski demikian, pembelian tetap dibatasi agar merata, menghindari aksi borong, dan bisa diakses lebih banyak warga.
Setiap orang hanya diperbolehkan membeli maksimal dua pak beras kemasan lima kilogram, dan satu item masing-masing untuk minyak goreng, gula pasir, dan bawang merah.
Menurut Sumini, GPM merupakan program kerja sama antara DKPP, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Bulog. Mekanismenya, Bapanas menginstruksikan Bulog untuk memasok bahan pangan yang dijual DKPP kepada masyarakat.
"Komoditas yang kami jual merupakan komoditas yang saat ini berpengaruh terhadap inflasi. Sebab, harga di pasaran mulai tinggi," katanya.
Dengan program GPM, diharapkan harga bahan pokok bisa turun, sehingga masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah, tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani lonjakan harga.
