Surabaya (ANTARA) - Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Muhammad Madyan menekankan pentingnya pendidikan moral saat prosesi pengukuhan 9.347 mahasiswa baru di ACC Kampus MERR-C, Kamis.
“Kami meyakini bahwa pendidikan bukan soal angka atau nilai akademis. Pendidikan adalah sebuah proses menjadi manusia seutuhnya,” kata Prof Madyan.
Mahasiswa baru Unair terdiri dari jenjang D3, D4, dan S1 yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), Mandiri Reguler, Mandiri Internasional, serta program afirmasi seperti ADIK Papua, Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN), dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Tercatat 1.060 mahasiswa berasal dari luar Pulau Jawa dan 54 mahasiswa berasal dari luar negeri seperti Malaysia, Hunan (China), Makkah (Arab Saudi), dan Abu Dhabi (UEA).
Prof Madyan menyebut mahasiswa baru merupakan putra-putri terbaik bangsa yang berhasil melalui proses seleksi ketat. Ia mengajak mereka membuktikan kapasitas sebagai generasi unggul Unair.
Prof Madyan juga menegaskan pentingnya nilai moral melalui prinsip "Excellence with Morality" dan akronim HEBAT (Humble, Excellent, Brave, Agile, Transcendent) sebagai panduan hidup sivitas akademika.
Unair saat ini berada di peringkat 287 dunia versi QS World University Rankings, termasuk 19,1 persen universitas terbaik dunia. Capaian tersebut, menurut Prof Madyan, harus menjadi pemacu kontribusi mahasiswa.
Ia menutup dengan ajakan agar mahasiswa aktif mengembangkan diri.
“Inilah titik awal perjalanan luar biasa kalian, nikmati setiap prosesnya, ukir prestasi terbaik dan jadilah dari perubahan ini,” tuturnya.
Kukuhkan 9.347 mahasiswa baru, Rektor Unair tekankan moralitas
Kamis, 31 Juli 2025 15:39 WIB
Rektor Unair Prof Muhammad Madyan saat mengukuhkan 9.347 mahasiswa baru di ACC Kampus MERR-C, Kamis (31/7/2025). (ANTARA/HO-Humas Unair)
