Surabaya (ANTARA) - Tim Dosen Departemen Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Airlangga (Unair) mengedukasi Karang Taruna Desa Krosok, Kabupaten Tulungagung, guna mencegah judi online serta meningkatkan literasi digital, kesadaran risiko ekonomi, sosial, psikologis, dan moral pemuda desa.
Tim dosen yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Irham Zaki, Prof. Muhammad Nafik, Prof. Nisful Laila, Siti Inayatul Faizah, Ari Prasetyo, Moh. Qudsi Fauzi, Sunan Fanani, serta Annisa Rahma Febriyanti.
Mereka menyampaikan materi mengenai bahaya judi online (judol) dari berbagai perspektif, mulai ekonomi, sosial, psikologis, hingga nilai dan etika.
"Praktik ini (judol) tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga memicu kecanduan, gangguan psikologis, konflik keluarga, serta menurunnya produktivitas dan masa depan generasi muda," kata Irham Zaki dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin.
Kegiatan edukasi tersebut diikuti puluhan pemuda desa dan merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat tim dosen Departemen Ekonomi Islam FEB Unair.
Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai pengalaman serta tantangan yang dihadapi di era digital.
Prof. Nisful Laila menyampaikan bahwa judi online bertentangan dengan prinsip kerja keras, tanggung jawab, dan keberkahan harta, serta berpotensi menjerumuskan pelakunya ke dalam masalah sosial yang lebih luas.
Pandangan tersebut menegaskan pentingnya penguatan nilai dalam membentengi generasi muda dari praktik perjudian.
Sunan Fanani menyoroti tantangan penggunaan media sosial yang tidak terkontrol.
"Paparan konten negatif, termasuk judi online, dapat berdampak serius pada kesehatan mental serta pembentukan moral dan nilai keagamaan remaja," ujarnya.
Siti Inayatul Faizah mengajak peserta melihat judi online sebagai persoalan multidimensi.
Ia menekankan bahwa praktik tersebut dapat menjadi ancaman bagi peradaban jika dilihat dari perspektif negara, menguntungkan bandar, namun merusak mimpi dan masa depan para pemainnya.
Prof. Muhammad Nafik menekankan pentingnya inovasi dalam strategi sosialisasi bahaya judi online.
Ia mendorong agar edukasi dikemas secara berkelanjutan, komunikatif, dan dekat dengan dunia anak muda, termasuk melalui komunitas dan pemanfaatan media digital secara positif.
Selain pemahaman konseptual, peserta juga dibekali strategi pencegahan praktis, seperti meningkatkan kontrol diri dalam penggunaan media digital, tidak mudah tergiur janji keuntungan instan, serta mengisi waktu luang dengan aktivitas positif.
Materi perencanaan keuangan sederhana dan pengelolaan pendapatan secara bijak turut disampaikan.
Annisa Rahma menambahkan bahwa judi online kerap terselip dalam bentuk permainan atau konten digital tertentu, sehingga pemuda perlu memahami tanda-tanda dan ciri-cirinya agar mampu mengenali serta menghindarinya sejak dini.
Melalui kegiatan tersebut, peran pemuda Karang Taruna sebagai agen perubahan ditekankan. Peserta didorong menyebarkan edukasi bahaya judi online kepada teman sebaya dan masyarakat sekitar, serta menjadi teladan dalam membangun gaya hidup sehat, produktif, dan bertanggung jawab.
Dosen FEB Unair edukasi Karang Taruna Desa Krosok cegah judol
Senin, 12 Januari 2026 17:58 WIB
Tim Dosen Departemen Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Airlangga (Unair) mengedukasi Karang Taruna Desa Krosok, Kabupaten Tulungagung, guna mencegah judi online. (ANTARA/HO)
Praktik ini (judol) tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian finansial
