Surabaya (ANTARA) - Lembaga The Republic Institute merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas partai politik di Jawa Timur dan mencatat Partai Gerindra menempati posisi teratas sebagai partai dengan elektabilitas tertinggi.
“Gerindra partai yang paling meroket di Jatim dan menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi,” kata Peneliti Utama The Republic Institute Sufyanto, melalui keterangannya yang diterima di Surabaya, Jawa Timur, Minggu.
Berdasarkan survei tersebut, elektabilitas Partai Gerindra tercatat sebesar 17,7 persen, unggul dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 16,5 persen dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebesar 14,6 persen.
Padahal, pada Pemilu Legislatif 2024 lalu, Gerindra hanya menempati peringkat ketiga baik untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur.
Sufyanto menjelaskan, kenaikan elektabilitas Gerindra tak lepas dari sejumlah faktor, seperti aktifnya kinerja DPD Gerindra Jatim yang intens turun ke masyarakat, serta keberhasilan sejumlah kadernya memenangkan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Selain itu, efek elektoral dari Presiden Prabowo Subianto masih kuat terasa, terutama pascapelantikan dan gebrakan awal program-program di sektor pertahanan, pangan, hingga bantuan sosial. Kinerja anggota legislatif Gerindra juga dinilai aktif dan responsif oleh konstituen,” tuturnya.
Di sisi lain, survei juga mencatat adanya penurunan elektabilitas signifikan pada dua partai besar, yakni PKB dan PDIP.
Menurut Sufyanto, PKB mulai kehilangan sebagian daya tarik di kalangan Nahdliyin Jawa Timur pasca kekalahan beberapa kadernya di Pilkada 2024 serta fragmentasi suara di pesantren.
“Hal ini diduga karena pengaruh politik nasional pasca-Pilpres dan kekecewaan sebagian konstituen terhadap elite partai,” ujarnya.
Sementara itu di peringkat keempat, Partai Golkar tercatat meraup elektabilitas 9,1 persen, relatif stabil berkat kekuatan struktural partai dan tokoh lokal di beberapa wilayah.
Partai Amanat Nasional (PAN) mencatat lonjakan elektabilitas signifikan hingga menempati posisi kelima dengan 7,6 persen.
Selanjutnya, Partai NasDem tercatat meraih 7 persen, Partai Demokrat 6,7 persen, dan PKS 5 persen, yang menurut Sufyanto masih menunjukkan eksistensi namun belum mencatat lonjakan elektoral signifikan.
Sementara PPP hanya memperoleh 3,5 persen, menunjukkan basis tradisionalnya yang terus tergerus.
“Publik yang belum menentukan pilihan atau yang tidak tahu/tidak jawab masih sebesar 10,2 persen. Ini menandakan masih adanya ruang kontestasi yang terbuka menjelang Pemilu 2029,” katanya.
Survei The Republic Institute ini dilaksanakan pada 14–20 Juli 2025 dengan jumlah responden sebanyak 2.200 orang yang tersebar di seluruh 11 daerah pemilihan (dapil) DPR RI di Jawa Timur.
Survei menggunakan metode stratified random sampling, dengan margin of error kurang lebih 2,1 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.
