Kami diingatkan oleh Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra bahwa kami bukan sekadar politisi, melainkan pejuang politik yang harus memperjuangkan kemaslahatan masyarakat.
Surabaya (ANTARA) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Surabaya menggelar ziarah ke makam pahlawan nasional Sutomo atau Bung Tomo sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra.
Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk meneladani nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa khususnya Bung Tomo dalam membangun karakter kader sebagai pejuang politik yang berpihak kepada rakyat.
“Hari ini kami keluarga besar DPC Gerindra Surabaya berziarah ke makam Bung Tomo sebagai bentuk penghormatan kepada pejuang kemerdekaan sekaligus pejuang kebangsaan asli Surabaya,” ujar Cahyo di Surabaya, Kamis.
Ia menuturkan, agenda ziarah tersebut telah direncanakan jauh hari sebelum Presiden Prabowo Subianto menyinggung keberadaan rumah radio Bung Tomo dalam salah satu pernyataannya.
Menurut Cahyo, kunjungan ini juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh kader agar terus memegang teguh nilai perjuangan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kami diingatkan oleh Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra bahwa kami bukan sekadar politisi, melainkan pejuang politik yang harus memperjuangkan kemaslahatan masyarakat,” kata Anggota DPRD Jatim itu.
Ia menegaskan, pejuang politik dituntut untuk menunjukkan perilaku yang berbeda, yakni mengedepankan kepentingan rakyat serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dalam setiap langkah perjuangan.
Selain mendoakan Bung Tomo, rombongan DPC Gerindra Surabaya juga berupaya menggali kembali nilai-nilai perjuangan sang pahlawan sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas politik di tengah masyarakat.
Terkait pernyataan Presiden Prabowo mengenai rumah radio Bung Tomo, Cahyo menyebut masih terdapat perbedaan persepsi di tengah masyarakat, sehingga memunculkan kekaburan sejarah.
Untuk menyikapi hal tersebut, pihaknya mendorong anggota DPRD Kota Surabaya dari Partai Gerindra untuk berkoordinasi dengan dinas terkait dan Pemerintah Kota Surabaya.
Ke depan, DPRD Kota Surabaya berencana menggelar rapat dengar pendapat guna mencari solusi terbaik dalam upaya pelurusan sejarah sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden.
Pewarta: Faizal FalakkiEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026