Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 100 mahasiswa Asia belajar sambil menjelajahi budaya, alam, dan tradisi khas Nusantara melalui kegiatan Asia Summer Program (ASP) 2025 di Petra Christian University (PCU).
“ASP 2025 di PCU ingin lebih mengenalkan Asia dengan cara yang fun dan kreatif. Tak hanya kegiatan akademik saja, para peserta juga diajak berkegiatan non-akademik, seperti mengenal wisata budaya untuk menonjolkan kekayaan warisan, keindahan alam serta tradisi unik di Indonesia,” kata Ketua Pelaksana ASP 2025 Dr. Liem Satya Limanta, M.A., di Surabaya, Selasa.
Dr. Liem menyebutkan, peserta berasal dari Jepang, Korea Selatan, Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, dan India, terdiri dari 32 mahasiswa asing dan 68 mahasiswa PCU.
Selama tiga minggu, para peserta mengikuti 21 kelas akademik dalam Bahasa Inggris, di bidang ekonomi, sastra, bahasa, pengajaran, film, energi, desain, pariwisata, kuliner, hingga kesehatan.
Setiap mahasiswa maksimal mengambil dua mata kuliah yang setara tiga SKS dan dapat diakui di universitas asal.
Selain itu, terdapat 13 kegiatan non-akademik seperti Banana Leaf and Origami Workshop dan pelatihan membuat Eco Wayang. Kegiatan ini digelar untuk mengenalkan budaya lokal sekaligus mengasah keterampilan tangan peserta.
“Dari belajar membungkus lemper dan klepon menggunakan daun pisang, para peserta tak hanya mengetahui sejarah kue tradisional Indonesia, tapi juga memahami pentingnya kearifan lokal dalam keberlanjutan budaya kuliner,” kata PIC workshop Dr. Aniendya Christianna, S.Sn., M.Med.Kom.
ASP pertama kali digagas pada 2012 oleh lima universitas, termasuk PCU, sebagai upaya membangun pemahaman lintas budaya dan tantangan regional di Asia.
“Kami ingin mempersiapkan para pemimpin masa depan dari Asia agar lebih memahami keragaman dan tantangan regionalnya,” tutup Dr. Liem.
Seratusan mahasiswa Asia belajar tradisi Nusantara di PCU
Selasa, 15 Juli 2025 21:16 WIB
Dr. Ir. Lintu Tulistyantoro, M.Ds., pendamping dari PCU saat mengajarkan cara membuat hiasan Tempeh dari daun pisang. (ANTARA/HO-PCU)
Dari belajar membungkus lemper dan klepon menggunakan daun pisang
