Kediri (ANTARA) - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito mengenalkan motif gringsing yang merupakan motif khas Kabupaten Kediri ke tingkat nasional.
Eriani Annisa mengemukakan salah satu bentuk pengembangan produk khas daerah adalah dengan memperkenalkannya dalam ajang berskala nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Hanindhito Himawan Pramana, motif lidah api dan gringsing telah dipatenkan menjadi motif khas Kabupaten Kediri.
“Jadi tidak hanya mengembangkan wastra nusantara, tetapi juga melestarikan kebudayaan lokal,” katanya dalam keterangannya di Kediri, Jawa Timur, Jumat.
Mbak Cicha, sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa dirinya mengenalkan motif gringsing itu saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-45 di Balikpapan, Rabu (9/7) yang dirangkaikan dengan bazar produk kerajinan yang digelar hingga Jumat (11/7).
Dirinya memakai kain dan selendang bermotif gringsing yang merupakan khas Kabupaten Kediri. Penampilannya juga semakin lengkap dengan tas hasil buatan tangan perajin Kabupaten Kediri, sehingga memperkuat citra produk lokal.
Dirinya mengaku bangga terhadap produk lokal, sehingga kebudayaan lokal lewat wastra dan fashion bisa semakin dikenal lebih luas dan berkelanjutan. Apalagi acara ini dihadiri oleh seluruh Ketua Dekranasda dari berbagai daerah di Indonesia.
Dengan mengenakan saat kegiatan terutama tingkat nasional ini, sekaligus edukasi agar makin mencintai produk lokal.
“Harapannya masyarakat Kabupaten Kediri bisa lebih memahami dan mencintai kebudayaan lokal lewat wastra dan fashion,” pintanya.
Sementara itu, Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming dalam acara tersebut juga menekankan pentingnya peran aktif Dekranasda untuk mendampingi para perajin lokal dalam pengembangan produk.
“Utamanya yang masih belum tersentuh. Bagi yang belum mempunyai pasar ini justru harus diberikan perhatian khusus, sosialisasi, pembinaan, dan yang paling penting pendampingan,” kata Selvi.
Pihaknya juga menyoroti pentingnya pemanfaatan media sosial dan digitalisasi dalam memperluas pasar. Perajin, terutama yang berada di daerah terpencil, perlu diberikan pelatihan berjualan daring, dan pemahaman tentang perizinan, serta akses permodalan yang mendukung.
