Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan mengarahkan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 untuk memperkuat layanan dasar publik melalui program prioritas di sejumlah sektor strategis.
Bupati Yuhronur Efendi mengatakan, kebijakan tersebut menjadi upaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan daerah.
“Fokus utamanya meliputi pembangunan infrastruktur, pendidikan dan olahraga, kesehatan dan lingkungan hidup, serta penguatan koperasi,” ujarnya saat menyampaikan pengantar nota keuangan dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Lamongan, Jawa Timur, Kamis.
Ia menjelaskan, sektor infrastruktur menjadi prioritas dengan alokasi anggaran untuk peningkatan, rehabilitasi, pemeliharaan jaringan jalan dan irigasi serta sarana pendukung pertanian.
Pada sektor pendidikan dan olahraga diarahkan pada rehabilitasi sarana prasarana sekolah, pemeliharaan stadion, dan pembinaan atlet.
Kemudian, pada sektor kesehatan dan lingkungan hidup, anggaran difokuskan untuk operasional RSUD Ki Ageng Brondong serta pemenuhan perizinan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Desa Dadapan, Kecamatan Solokuro.
Sedangkan di bidang ekonomi, lanjutnya, pemkab mendorong pendirian Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan.
Yuhronur menambahkan, perubahan APBD juga mempertimbangkan penyesuaian terhadap pendanaan dari pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Timur, serta Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja.
Pada dokumen perubahan APBD 2025, Pendapatan Daerah setempat diproyeksikan sebesar Rp3,228 triliun atau turun 0,66 persen dari sebelum perubahan.
Sementara Belanja Daerah meningkat 1,75 persen menjadi Rp3,17 triliun. Defisit anggaran sebesar Rp88,549 miliar ditutup melalui Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) dan pinjaman daerah, sehingga sisa pembiayaan tahun berjalan diproyeksikan nol.
