Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan memfokuskan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 untuk memperkuat sektor strategis peningkatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di wilayah setempat.
Bupati Yuhronur Efendi pada rapat paripurna di Lamongan, Jawa Timur, Kamis, mengatakan bahwa rancangan APBD 2026 tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi juga mengutamakan keberpihakan terhadap masyarakat di berbagai bidang.
“Nota pengantar ini tidak sekadar hitung-hitungan angka, tetapi mengutamakan keberpihakan kepada rakyat. Semua perencanaan bernilai strategis bagi kemajuan daerah,” katanya.
Ia menjelaskan, pada bidang pendidikan menjadi prioritas melalui peningkatan kualitas layanan, pemberian beasiswa, dan penguatan sarana prasarana sekolah.
Sedangkan pada bidang kesehatan, Pemkab melanjutkan program Lamongan Sehat dan Lamongan Sehat dengan Kunjungan Rumah (Laserku).
Selain itu, lanjutnya, sektor ekonomi daerah juga diarahkan untuk memperkuat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), wirausaha muda, revitalisasi pasar desa, serta pengembangan wisata religius, bahari, dan budaya melalui program Pariwisata Ramah dan Terintegrasi (Ramashinta).
"Penguatan koperasi, pertanian, peternakan, perikanan, serta tata kelola pemerintahan juga akan menjadi perhatian," jelasnya.
Ketua DPRD Lamongan Freddy Wahyudi mengatakan pihaknya akan mencermati rancangan APBD 2026 agar setiap program benar-benar tepat sasaran.
“Tentunya kami akan mendalami setiap program supaya anggaran berpihak pada kebutuhan masyarakat Lamongan,” katanya.
Dalam nota keuangan tersebut, Pendapatan Daerah Lamongan 2026 diproyeksikan sebesar Rp3,225 triliun dengan belanja Rp3,285 triliun, sehingga terjadi defisit Rp70,29 miliar.
