Surabaya - Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Jawa Timur optimistis pengusaha lokal kian menguasai pasar "tablet" nasional karena merek lokal perangkat teknologi informasi tersebut semakin diminati masyarakat di Tanah Air. "Dari banyaknya 'tablet' yang terjual di pasar nasional antara 30-40 persen dikontribusi oleh merek lokal," kata Ketua Apkomindo Jawa Timur, Kurniawan Putra, ditemui usai penandatanganan kerja sama Apkomindo dengan Dyandra Promosindo, di Surabaya, Rabu. Menurut dia, pasar teknologi informasi/TI di Tanah Air semakin berkembang setiap tahun termasuk mereka yang meminati "tablet". Dari besarnya potensi pasar TI secara nasional pada umumnya peminat "tablet" adalah mereka yang sudah memiliki komputer jinjing. "Mereka juga biasanya mempunyai mobilitas tinggi," ujarnya. Selain itu, jelas dia, masyarakat yang menggemari "tablet" juga menganggap bahwa perangkat TI tersebut laik menjadi "second device". "Hal tersebut tampak dari penjualan 'tablet' selama kuartal I/2012 di Indonesia yang mencapai sekitar 320.000 unit," katanya. Besaran penjualan "tablet" di penjuru Nusantara, tambah dia, mengalami peningkatan enam persen dibandingkan periode sama tahun 2011. "Kondisi tersebut didukung oleh banyaknya pengusaha domestik yang memproduksi 'tablet' merek lokal sehingga dari sisi harga sangat terjangkau bagi masyarakat," katanya. Namun, sebut dia, secara keseluruhan pasar perangkat TI di Indonesia masih didominasi oleh komputer jinjing baik "notebook" maupun "netbook" sebesar 30 persen. Selanjutnya, antara 10-15 persen dikontribusi "tablet". "Kemudian 10 persen pasar komputer jinjing premium jenis 'ultrabook' mengingat berat perangkat tersebut sangat ringan dan baterainya tahan lama," katanya. Terkait kerja sama Apkomindo dengan Dyandra Promosindo, harap dia, agar penyelenggaraan pameran komputer di Surabaya lebih tertata dan terjadwal. "Dengan upaya ini kami yakin masyarakat dari berbagai kalangan dapat menambah wawasannya tentang perkembangan produk TI terkini. Bagi pebisnis TI, kerja sama ini memudahkan mereka dalam mengenalkan inovasi terbarunya kepada pasar," katanya.(*)
Berita Terkait
Buruh dan pengusaha sepakati UMK Ponorogo 2026 naik Rp140 ribu
23 Desember 2025 05:57
Pengusaha hormati penetapan PP upah minimum tahun 2026
18 Desember 2025 16:45
AHY lepas 19 truk bantuan makanan bagi warga Aceh dan Sumatera
12 Desember 2025 13:24
Menteri UMKM: Cacah ulang thrifting ilegal opsi lindungi UMKM
17 November 2025 12:05
KPK panggil lagi pengusaha Billy Haryanto terkait kasus DJKA Kemenhub
13 November 2025 14:50
Jaksa KPK ungkap dua pengusaha swasta suap Rp2,55 miliar di korupsi hutan
11 November 2025 18:04
Pengusaha batik generasi Z di Malang
28 Oktober 2025 16:09
Korupsi, keserakahan dan pentingnya menghulukan penanganan
24 Oktober 2025 17:00
