Pengusaha batik generasi Z di Malang

  • Selasa, 28 Oktober 2025 16:09

Pengusaha batik generasi Z, Satrya Paramanandana memperbaiki cap motif batik di Galeri Batik Soendari, Malang, Jawa Timur, Selasa (28/10/2025). Pengusaha berusia 25 tahun tersebut memberdayakan puluhan warga sekitar untuk memproduksi 50 hingga 100 lembar batik per bulan yang dipasarkan ke berbagai kota di Indonesia serta diekspor ke Filipina, Malaysia, dan China dengan harga antara Rp50 ribu hingga Rp6 juta per lembar, bergantung pada tingkat kerumitan motifnya. ANTARA Jatim/Ari Bowo Sucipto/mas.

Pengusaha batik generasi Z, Satrya Paramanandana (kiri) melakukan kontrol kualitas kain batik tulis yang diproduksi pekerjanya di Galeri Batik Soendari, Malang, Jawa Timur, Selasa (28/10/2025). Pengusaha berusia 25 tahun tersebut memberdayakan puluhan warga sekitar untuk memproduksi 50 hingga 100 lembar batik per bulan yang dipasarkan ke berbagai kota di Indonesia serta diekspor ke Filipina, Malaysia, dan China dengan harga antara Rp50 ribu hingga Rp6 juta per lembar, bergantung pada tingkat kerumitan motifnya. ANTARA Jatim/Ari Bowo Sucipto/mas.

Pengusaha batik generasi Z, Satrya Paramanandana berpose di depan etalase produknya di Galeri Batik Soendari, Malang, Jawa Timur, Selasa (28/10/2025). Pengusaha berusia 25 tahun tersebut memberdayakan puluhan warga sekitar untuk memproduksi 50 hingga 100 lembar batik per bulan yang dipasarkan ke berbagai kota di Indonesia serta diekspor ke Filipina, Malaysia, dan China dengan harga antara Rp50 ribu hingga Rp6 juta per lembar, bergantung pada tingkat kerumitan motifnya. ANTARA Jatim/Ari Bowo Sucipto/mas.

Pengusaha batik generasi Z, Satrya Paramanandana (kanan) melakukan kontrol kualitas kain batik tulis yang diproduksi pekerjanya di Galeri Batik Soendari, Malang, Jawa Timur, Selasa (28/10/2025). Pengusaha berusia 25 tahun tersebut memberdayakan puluhan warga sekitar untuk memproduksi 50 hingga 100 lembar batik per bulan yang dipasarkan ke berbagai kota di Indonesia serta diekspor ke Filipina, Malaysia, dan China dengan harga antara Rp50 ribu hingga Rp6 juta per lembar, bergantung pada tingkat kerumitan motifnya. ANTARA Jatim/Ari Bowo Sucipto/mas.

Berita Terkait