Sumenep - Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep menyatakan, sebagian petani setempat enggan menanam benih jagung berlabel, karena lebih memanfaatkan benih "tradisional". "Petani di Sumenep enggan membeli benih jagung berlabel, karena merasa sudah memiliki benih jagung dari hasil panen sebelumnya (benih tradisional)," kata Kabid Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Disperta) Sumenep, A Salaf Junaidi di Sumenep, Rabu. Ia menjelaskan, hingga sekarang, minat petani di Sumenep untuk menanam jagung masih tinggi, karena mengganggap lahannya paling cocok ditanami jagung. "Sebagian besar lahan tanam jagung di Sumenep bersifat tadah hujan. Oleh karena itu, produktivitas rata-rata jagung di Sumenep sekitar tiga kilogram per hektare," ujarnya. Sesuai hasil evaluasinya, kata dia, lahan tanam jagung di Sumenep selalu di atas 130 ribu hektare, dan itu merupakan areal terluas di Jawa Timur. "Setiap tahunnya, luas lahan tanam jagung di Sumenep pada kisaran 130 ribu hektare hingga 150 ribu hektare. Dengan produktivitas tiga ton per hektare, produksi jagung di Sumenep juga tertinggi di Jawa Timur," ucapnya. Salaf juga mengemukakan, petani di Sumenep rata-rata lebih dulu menyimpan jagung hasil panennya itu untuk kepentingan sendiri (dikonsumsi), dibanding langsung menjualnya. "Jagung itu disimpan sebagai bahan pangan pengganti beras. Sebagian warga Sumenep juga lebih senang memasak nasi dengan campuran jagung yang sudah digiling," katanya. (*)
Berita Terkait
Satgas TMMD Sumenep bangun lima unit rumah layak huni di Mandala
16 Februari 2026 20:32
Anggota DPR bantu pengeboran sumur di desa terdampak kekeringan
16 Februari 2026 15:46
Pemkab Sumenep bentuk tim khusus pembinaan koperasi
11 Februari 2026 21:18
Santri pulang kampung ke Pulau Kangean Sumenep
9 Februari 2026 19:42
Pemkab Sumenep salurkan bantuan tanggap darurat untuk korban bencana
2 Februari 2026 20:49
Sumenep pastikan distribusi minyak goreng lancar jelang puasa
31 Januari 2026 22:35
Sumenep canangkan program gerakan orang tua asuh tekan stunting
27 Januari 2026 13:40
Kemenag-RRI Sumenep kerja sama siaran keagamaan selama Ramadhan 1447 H
23 Januari 2026 12:30
