Sumenep (ANTARA) - Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127, Kodim 0827 Sumenep, Jawa Timur membantu membangun lima unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Mandala sebagai upaya untuk membantu kesejahteraan masyarakat setempat.
"Pembangunan rumah tidak layak huni sebanyak lima unit ini merupakan program unggulan Kasad sebagai bentuk kepedulian dalam ikut mempercepat kemajuan ekonomi masyarakat di desa ini," kata Komandan Kodim 0827 Sumenep Letkol Arm Bendi Wibisono saat meninjau kegiatan itu di Sumenep, Senin.
Ia menjelaskan selain membangun lima unit RTLH, program unggulan Kasad juga berupa pembangunan lima unit MCK dan pengeboran air bersih untuk mengatasi kekeringan saat musim kemarau.
"Program unggulan lainnya berupa penanaman atau penghijauan 1.000 pohon mangrove, ketahanan pangan 1 hektare, 100 paket makanan tambahan penderita stunting, pembersihan fasilitas umum, pemberian sembako, pengobatan gratis, donor darah, dan pengurusan data catatan sipil,” katanya.
Program TMMD ke-127 ini bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, namun membangun karakter dan semangat persatuan masyarakat, sehingga kehadiran TNI di tengah masyarakat mempererat hubungan emosional dan rasa kebersamaan.
"Kami mengharapkan semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD, terus dijaga dan dilestarikan setelah program berakhir,” kata Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo saat membuka kegiatan itu, Selasa (10/2).
Pihaknya optimistis semangat kemanunggalan TNI, pemerintah dan rakyat, program TMMD menjadi salah satu motor penggerak pembangunan desa, karena kegiatannya upaya pemerataan pembangunan wilayah pedesaan.
“Berbagai kegiatan yang dilaksanakan TMMD merupakan wujud nyata upaya percepatan dan pemerataan pembangunan desa, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia masyarakat,” katanya.
Bupati Sumenep meminta agar masyarakat menjaga dan merawat hasil pembangunan, mengingat pembangunannya membutuhkan partisipasi aktif warga agar berbagai fasilitas dan infrastruktur yang telah dibangun memberikan manfaat secara optimal.
Sasaran kegiatan fisik dari kegiatan ini, antara lain pengaspalan jalan, pembangunan MWK dan tandon, pemasangan paving stone, pemasangan keramik, pemasangan kanopi masjid, dan pembuatan plengsengan atau tembok penahan tanah (TPT).
Sedangkan nonfisik adalah penyuluhan Wasbang, penyuluhan rekrutmen TNI, penyuluhan bahaya narkoba, penyuluhan sanksi hukum, penyuluhan pencegahan tengkes (Stunting), penyuluhan pentingnya KB kesehatan, penyuluhan budi daya ikan, penyuluhan pertanian, penyuluhan tertib lingkungan dan penyuluhan penghijauan.
Selain itu, ada sasaran fisik tambahan program unggulan Kasad, yaitu pembangunan 5 unit MCK, pembangunan 5 unit RTLH untuk masyarakat kurang mampu dan pengeboran 5 unit.
Ada juga program sasaran nonfisik tambahan yang merupakan program unggulan Kasad, yakni penanaman atau penghijauan 1000 pohon mangrove, ketahanan pangan 1 hektare, 100 paket makanan tambahan penderita stunting, pembersihan fasilitas umum, pemberian sembako, pengobatan gratis, donor darah, dan pengurusan data di catatan kependudukan.
