Madura Raya (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur berupaya mencegah praktik perundungan di kalangan pelajar dan santri dengan membuat layanan PSP (Pesantren Sharing dan Peduli).
"Program layanan ini sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan ramah santri," kata Kepala Kemenag Sumenep Abdul Wasid di Sumenep, Minggu.
Ia menjelaskan, sasaran program ini adalah semua lembaga pendidikan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Sumenep.
Kemenag gencar melakukan kegiatan turba (turun ke bawah) dengan mendatangi pondok pesantren yang ada di wilayah itu.
"Salah satu pondok pesantren yang telah kami datangi terkait pembentukan PSP tersebut adalah Pondok Pesantren Assadad, Kecamatan Ambunten," katanya.
Ia menuturkan, peluncuran layanan PSP di pondok pesantren itu telah dilakukan pada 6 Mei 2025 dan selanjutnya tim bergerak ke sejumlah pondok pesantren lain di desa dan kecamatan berbeda.
Layanan PSP ini merupakan inovasi dari Seksi Pontren Kemenag Sumenep yang bertujuan untuk membangun ruang dialog dan pendampingan bagi para santri, khususnya dalam menghadapi isu kekerasan fisik, verbal, perundungan, serta berbagai bentuk pelecehan di lingkungan pesantren.
Abdul Wasid menegaskan pentingnya kolaborasi dan kepedulian lintas sektor dalam menjaga marwah pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.
"PSP ini adalah bentuk komitmen kita untuk menjadikan pesantren sebagai ruang aman dan nyaman bagi santri. Dengan layanan ini, kita berharap tidak ada lagi ruang bagi kekerasan, bullying, maupun pelecehan di lingkungan pesantren,” katanya.
Layanan PSP digagas melalui kerja sama antara Kemenag Sumenep, Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), serta Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Cabang Sumenep.
“Kolaborasi ini memungkinkan hadirnya tenaga ahli dari kalangan psikolog yang siap memberikan edukasi, konsultasi, hingga pendampingan psikologis bagi para santri dan pengasuh,” katanya menambahkan.
Kalangan pondok pesantren di kabupaten ini menyambut baik program PSP yang dicanangkan oleh Kemenag Sumenep itu.
Salah satunya seperti yang disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Assadad KH Muhammad Thaifur Aliwafa. Menurut dia keberadaan PSP bisa menjadi angin segar dalam upaya menjaga kesehatan mental dan spiritual para santri.
"Dengan diluncurkannya layanan PSP, Kemenag Sumenep menunjukkan komitmennya dalam menciptakan sistem pendidikan pesantren yang lebih manusiawi dan progresif," katanya.
Kemenag Sumenep cegah perundungan dengan layanan PSP
Minggu, 11 Mei 2025 22:30 WIB
Peluncuran layanan Pesantren Sharing dan Peduli (PSP) oleh Kemenag Sumenep guna mencegah terjadinya praktik perundungan di kalangan santri. ANTARA/HO-Kemenag Sumenep
