Malang (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Jawa Timur membidik penyuluh agama dan takmir masjid di Kota Pasuruan sebagai Agen Literasi Keuangan dengan menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) bagi mereka.
Plt Kepala OJK Malang Firdaus Aditya Rizqi dalam keterangan yang diterima di Malang, Selasa, mengatakan bahwa ToT ini diselenggarakan karena menyadari pentingnya peran penyuluh agama dan takmir masjid di masyarakat sebagai tokoh pemuka atau key opinion leaders.
“Kami mendorong penyuluh agama dan takmir masjid untuk secara aktif mensyiarkan pemahaman mengenai keuangan syariah yang diperoleh dari kegiatan ini melalui ceramah, kajian, sesi bimbingan, konsultasi, serta majelis rutin lainnya,” kata Firdaus.
ToT tersebut terselenggara atas sinergi OJK Malang dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Pasuruan.
Acara yang merupakan puncak dari rangkaian Gebyar Ramadhan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) OJK Malang 2025, dihadiri oleh Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Ketua DPRD Kota Pasuruan Muhammad Toyyib, Kepala Dinas Organisasi Perangkat Daerah Kota Pasuruan, dan lebih dari 150 penyuluh agama serta takmir masjid se-Kota Pasuruan.
GERAK Syariah merupakan program kampanye nasional yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah selama bulan Ramadhan.
Sharing session diisi dengan penyampaian edukasi keuangan syariah dan pasar modal oleh OJK, edukasi QRIS dan perlindungan konsumen oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, serta materi keuangan syariah dari Bank Syariah Indonesia dan Mirae Asset Sekuritas Indonesia selaku perwakilan dari Pelaku Usaha Jasa Keuangan.
Tak hanya sharing session, dalam kegiatan ini juga diresmikan Digitalisasi Transaksi Masjid melalui peluncuran QRIS Masjid Al-Ghufron, Kota Pasuruan.
Penerapan QRIS di masjid bukan hanya sekadar modernisasi cara bertransaksi, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo mengapresiasi inisiasi OJK Malang untuk memberikan edukasi keuangan yang komprehensif kepada penyuluh agama dan takmir masjid se-Kota Pasuruan.
“Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi kita untuk membekali diri dengan edukasi keuangan, karena dinamika perkembangan sektor jasa keuangan dewasa ini semakin kompleks. Saya berharap literasi keuangan syariah di Kota Pasuruan ke depannya dapat terus meningkat agar dapat mengejawantahkan citra Kota Pasuruan sebagai Kota Santri,” ujar Adi.
Dengan adanya kegiatan TOT ini, diharapkan para penyuluh agama dan takmir masjid di Kota Pasuruan dapat menjadi Agen Literasi Keuangan yang menjembatani penyampaian edukasi keuangan agar literasi keuangan umat semakin meningkat.
Melalui peningkatan literasi keuangan, umat Muslim tidak hanya dapat mencapai kesejahteraan individu, tetapi juga dapat berkontribusi pada kesejahteraan umat secara keseluruhan.