Surabaya (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjamin keselamatan perjalanan para penumpang pada masa Angkutan Lebaran 2025 dengan menekankan tiga prinsip utama yakni keselamatan, keamanan dan kenyamanan utama.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KAI Salusra Wijaya mengatakan bahwa kenyamanan tidak akan terwujud jika tidak mampu menerapkan keselamatan dam keamanan perjalanan bagi para pengguna jasa angkutan kereta api.
"Untuk mendukung prinsip itu, kami telah mengalokasikan anggaran terbesar dalam sejarah perusahaan, guna meningkatkan kualitas prasarana dan sarana yang mencapai triliunan rupiah," ucap Salusra, di Surabaya, Jawa Timur, Senin.
Menurut dia, dengan adanya peningkatan prasarana dan sarana maka besar diharapkan pula bisa meminimalkan angka kecelakaan.
Ia menambahkan, dengan persiapan matang di seluruh aspek, serta didukung kolaborasi pemangku kepentingan, dan kerja keras seluruh insan KAI, pihaknya berkomitmen menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman.
Sementara itu, Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya Wisnu Pramudyo mengatakan telah menentukan 12 titik daerah pantauan khusus (Dapsus) untuk memastikan kelancaran perjalanan selama angkutan Lebaran 2025.
"Kami ada 12 titik Dapsus dan itu sudah disiagakan pekerja-pekerja untuk mengawasi. Selain itu, kami pasang CCTV di titik-titik yang memang kami anggap perlu," kata Wisnu.
Wisnu menambahkan, untuk meningkatkan pengamanan selama masa Angkutan Lebaran, KAI Daop 8 Surabaya bekerja sama dengan pihak berwajib untuk menempatkan 621 personel keamanan di stasiun, di dalam dan jalur kereta api.
Dari jumlah tersebut, kata dia, terdiri dari 123 anggota Polsuska, 408 petugas keamanan, serta 90 personel eksternal dari TNI/Polri.
Selain itu, keandalan sarana juga telah dipastikan melalui pemeriksaan kelaikan operasional lokomotif dan kereta.
"Sebanyak 56 lokomotif, 370 kereta penumpang, 35 kereta pembangkit, 16 KRD, dan 19 kereta bagasi siap dioperasikan guna memberikan layanan terbaik bagi pelanggan KAI Daop 8 Surabaya" tuturnya.