Blitar (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun, Jawa Timur, memperkuat keselamatan dengan melakukan pemeriksaan kondisi jalur lewat tilik lintas hingga wilayah Blitar.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan rangkaian pemantauan dan tilik lintas tersebut merupakan wujud komitmen PT KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang selamat, aman, dan andal menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
“Melalui langkah-langkah preventif ini, KAI Daop 7 Madiun terus memperkuat kesiapan operasional demi mendukung kelancaran Angkutan Nataru, sejalan dengan semangat Semakin Melayani,” ujar Tohari dalam keterangannya di Blitar, Selasa.
Ia mengatakan tilik lintas tersebut dilakukan di Stasiun Talun, Kabupaten Blitar, dengan fokus pemeriksaan kondisi emplasemen, fasilitas pelayanan pelanggan, ruang PPKA (pengatur perjalanan kereta api), serta perlintasan sebidang.
Kegiatan juga diikuti Vice President (VP) PT KAI Daerah Operasi 7 Madiun Ali Afandi, dalam rangka memastikan keselamatan, keamanan dan kelancaran perjalanan kereta api selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan ke Stasiun Garum, Kabupaten Blitar. Pada kesempatan tersebut, VP Daop 7 Madiun memberikan arahan langsung kepada petugas yang berdinas sekaligus melaksanakan simulasi "Tunjuk sebut jalur" sebagai penguatan budaya keselamatan kerja.
Kegiatan berlanjut ke Stasiun Rejotangan, Kabupaten Tulungagung dan berakhir di Stasiun Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung.
Tim sebelumnya juga melakukan pemantauan di JPL 123 KM 153+6/7 dan JPL 122 KM 1/2 di petak jalan Caruban–Babadan, yang merupakan daerah rawan tanah longsor di KM 135+2/6 antara Bagor–Saradan, serta daerah rawan amblesan pada KM 158+0 sampai dengan KM 160+0 antara Babadan–Madiun.
Tim juga melaksanakan tilik lintas pada lintas Stasiun Talun–Sumbergempol. Kegiatan tersebut diikuti oleh Quality Control Operasi, Quality Control Jalan dan Jembatan, Quality Control Sintelis Daop 7, serta Tim Safety Inspector.
Tohari menambahkan VP KAI Daop 7 Madiun juga mengungkapkan tentang pentingnya kewaspadaan dan komunikasi bahaya selama masa Angkutan Nataru 2025/2026.
Ia mengatakan keselamatan merupakan prioritas utama sehingga seluruh petugas diharapkan lebih waspada, peduli, dan aktif mengkomunikasikan potensi bahaya sekecil apa pun yang dapat mengganggu perjalanan kereta api.
Menurut Tohari, VP Daop 7 meminta pelayanan kepada pelanggan harus terus ditingkatkan dengan tetap menjaga kesehatan serta menerapkan budaya 5R di lingkungan kerja.
Ia mengatakan PT KAI Daop 7 Madiun berkomitmen menjaga standar keselamatan tertinggi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pelanggan selama periode Natal dan Tahun Baru.
