Surabaya (ANTARA) - Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyerap masukan langsung dari penumpang terkait kualitas pelayanan saat meninjau Stasiun Surabaya Pasarturi dan Stasiun Surabaya Gubeng pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Selasa.
“Kami ingin memastikan pelayanan kepada pelanggan berjalan dengan baik dan mendengarkan langsung masukan dari penumpang sebagai dasar perbaikan layanan ke depan,” kata Bobby di Surabaya, Selasa.
Bobby mengatakan pengumpulan masukan tersebut juga dilakukan mengingat saat ini sedang pada periode dengan tingkat mobilitas penumpang tinggi.
Selain berdialog langsung dengan penumpang, Bobby juga meninjau langsung kesiapan operasional serta fasilitas pelayanan pelanggan.
Antara lain, lanjutnya, loket, layanan pelanggan, sarana dan prasarana stasiun, hingga memantau pergerakan penumpang di wilayah PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya.
"Peninjauan ini merupakan bentuk kehadiran manajemen KAI di tengah pelanggan," ucapnya.
Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan berdasarkan data sementara hingga Selasa (30/12) pukul 10.00 WIB tercatat sebanyak 42.208 penumpang menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya.
"Adapun rinciannya 21.118 penumpang berangkat dan 21.090 penumpang datang di berbagai stasiun Daop 8 Surabaya," katanya.
Ia menjelaskan, Stasiun Surabaya Gubeng menjadi stasiun dengan volume penumpang tertinggi, yakni 12.253 orang, disusul Stasiun Surabaya Pasarturi sebanyak 11.867 penumpang dan Stasiun Malang sebanyak 7.464 penumpang.
Bahkan, lanjutnya, jumlah penumpang tersebut masih berpotensi meningkat hingga keberangkatan kereta api terakhir malam ini.
Selama periode Angkutan Nataru 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI Daop 8 Surabaya telah melayani 756.058 pelanggan, terdiri atas 387.317 pelanggan berangkat dan 368.741 pelanggan tiba di wilayah tersebut.
Mahendro menambahkan, penjualan tiket hingga saat ini telah mencapai 387.317 tiket atau sekitar 86 persen dari total kapasitas 449.352 tempat duduk yang disediakan, sehingga masih terdapat 62.035 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Mahendro pun mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan ketersediaan tiket yang masih ada.
“Kereta api tetap menjadi pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu untuk menikmati libur akhir tahun,” tuturnya.
