Trenggalek - Satuan Reserse dan Kriminal Polres Trenggalek, Jawa Timur membongkar sebuah gudang penyimpanan VCD dan DVD bajakan milik seorang pegawai negeri sipil (PNS) setempat. Keterangan Kasubbag Humas Polres Trenggalek, AKP Siti Munawaroh, Selasa, tersangka yang diidentifikasi bernama Slamet (47) tersebut diduga merupakan agen pemasaran VCD/DVD bajakan dengan suplier berasal dari Tulungagung. "Supliernya bahkan sudah ditangkap polisi, beberapa waktu lalu. Penggerebekan kali ini, selain berkat laporan warga sekitar juga bagian dari pengembangan kasus VCD/DVD bajakan yang ada di Tulungagung," ungkapnya. Penggerebekan itu sendiri dilakukan tim buru sergap, sekitar pukul 16.00 WIB. Beberapa polisi berpakaian preman langsung menyerbu gudang penyimpanan VCD/DVD lagu dan filem bajakan yang berlokasi di salah satu ruko Jwalita, lantai 2, Kota Trenggalek. Hasilnya, sekitar 2.553 VCD/DVD bajakan yang dikemas dalam beberapa kardus berhasil ditemukan. Polisi kemudian langsung melakukan penyitaan dan pemiliknya, Slamet digelandang menuju mapolres untuk dimintai keterangan. "Kami masih mendalami apakah dia juga memasok ke sejumlah pedagang lain atau hanya mengedarkan sendiri. Menurut catatan kami, dulu orang ini sudah pernah kena razia polisi untuk kasus yang sama, namun yang dikorbankan saat itu istrinya," terang Siti. Jika terbukti bersalah, lanjut Siti, tersangka Slamet yang masih aktif sebagai PNS di lingkungan Kantor Kementrian Agama di Kabupaten Trenggalek akan dijerat dengan pasal 72 ayat 2 Undang-undang nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta. Mengenai jaringan peredaran VCD/DVD bajakan lain, Siti menyatakan pihaknya masih terus berupaya melakukan pengembangan penyelidikan. Penjualan VCD/DVD bajakan di Trenggalek selama ini memang terlihat marak. Meski tak semasif di daerah tetangganya, Tulungagung dan Kediri, hampir semua pedagang kali lima yang menjajakan VCD maupun DVD diyakini merupakan produk bajakan. Sinyalemen itu terlihat sejak dari sampul, kualitas gambar dan suara yang dihasilkan, maupun tidak adanya izin edar pada sampul VCD/DVD yang dijajakan. Namun, meski pedagang VCD/DVD bajakan seperti halnya Slamet cukup banyak, tak semua terjaring razia petugas. (*)
Berita Terkait
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Kadis Kominfo Jatim apresiasi peran ANTARA jaga kualitas informasi
16 Desember 2025 17:02
Wagub Jatim: ANTARA berkontribusi cerdaskan masyarakat
16 Desember 2025 15:35
Kepala Biro ANTARA Jatim perkuat soliditas tingkatkan kinerja songsong 2026
15 Desember 2025 20:23
88 Tahun ANTARA dan saksi sejarah heroisme di Jatim
12 Desember 2025 19:22
