Pamekasan - Pembangunan penyaringan limbah industri batik di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, hingga kini mangkrak sehingga tidak bisa digunakan. Pembangunan penyaringan limbah industri batik ini dimaksudkan untuk menyaring air limbah dari kegiatan produksi batik sebelum dibuang ke sungai. "Penyaringan limbah industri batik ini sudah lama dibangun. Tapi karena belum selesai, sampai sekarang tidak bisa digunakan," kata warga setempat Abdurrahiem, Selasa. Alat penyaringan limbah industri batik ini akan digunakan untuk menyaring air limbah dari produksi batik di Desa Klampar, sebelum dibuang ke sungai. "Air limbah industri batik yang kotor ini rencananya di buang pada lokasi pembuangan yang dibangun ini. Nah, setelah sampai ke sungai, airnya nanti akan menjadi bersih," tutur Abdurrahiem. Namun, karena pembangunannya sampai sekarang belum selesai, akibatnya limbah air industri batik yang terbuang ke sungai tetap kotor dan mencemari lingkungan sekitar. Selain mangkrak, warga perajin batik di Desa Klampar ini umumnya mengaku, tidak mengetahui cara menggunakan alat teknologi tersebut, sehingga mereka tetap membiarkan membuang limbah air ke sungai. "Kalau kami tahu caranya menyaring air kotor menjadi bersih, tentu tidak akan membuang air limbah batik dalam keadaan kotor seperti ini," kata warga lain di desa itu Rohemah. (*)
Berita Terkait
Produksi Batik Turun
24 Juni 2015 20:05
Tim SAR Gabungan temukan korban tenggelam di Dermaga Jamrud Selatan
2 Februari 2026 17:17
Basarnas kerahkan tim SAR cari korban insiden Kapal Pacific 88
2 Februari 2026 15:40
Pelindo Regional 3 evakuasi cepat insiden Kapal Pacific 88
2 Februari 2026 12:38
Gempa guncang Maluku Tenggara, tidak berpotensi tsunami
1 Februari 2026 04:56
BNNK gandeng KONI Surabaya cegah narkoba dan edukasi penggunaan gadget
30 Januari 2026 19:53
DPKP Surabaya evakuasi dua mobil terperosok akibat parkiran ambrol
26 Januari 2026 22:22
KAI Daop 8 Surabaya pasang blok rel di JPL Wonokromo
26 Januari 2026 17:12
