Pacitan - DPRD Kabupaten Pacitan mendukung sepenuhnya investasi swasta dalam pengelolaan obyek wisata andalan daerah tersebut, Pantai Teleng Ria. "Kami dari pihak legilatif bahkan mendorong pemerintah daerah agar konsisten dalam menjaga iklim usaha yang kondusif, sehingga investor nyaman dalam mengembangkan bisnis maupun usahanya di sini," kata Ketua DPRD Pacitan, Soetopo, Jumat. Penegasan tersebut disampaikan Soetopo setelah sebelumnya, Jumat pagi, ratusan karyawan PT EL Jhon Tirta Emas Wisata yang mengelola obyek wisata Pantai Teleng Ria berunjuk rasa di depan kantor dewan. Menurutnya, aksi pengerahan massa yang dilakukan serikat buruh PT EL Jhon tersebut bisa menjadi pertanda buruk mengenai ketidakpastian iklim investasi/usaha di Kota 1001 Goa tersebut. Sebagaimana hasil rapat dengar pendapat dengan perwakilan demonstran, DPRD Pacitan menyampaikan rekomendasi pada pemkab agar kerja sama dengan PT El Jhon Tirta Emas Wisata tetap dilanjutkan. Menurut Soetopo, hal itu sesuai dengan keputusan DPRD Pacitan nomor 4 tahun 2012 tentang evaluasi kerjasama antara pemkab dan perusahaan dalam pengelolaan kawasan wisata Pantai Teleng Ria. "Saat ini muncul kekhawatiran di kalangan karyawan bahwa PT El Jhon akan hengkang dari Pacitan," ujarnya. Sementara itu, salah seorang perwakilan karyawan PT El Jhon Tirta Emas Wisata, Mardiyanto mengatakan apabila induk perusahaan mereka benar-benar hengkang dari Pantai Teleng, maka para karyawan menuntut sejumlah kompensasi kepada pemerintah daerah. Kompensasi tersebut antara lain adalah hak dan perlindungan hukum kepada karyawan, pemberian gaji yang layak dan sepadan dengan yang mereka terima sebelumnya, jaminan asuransi, dan kesejahteraan karyawan sesuai dengan apa yang telah diberikan oleh perusahaannya. "Hak-hak pekerja sesuai perundang-undangan yang berlaku juga harus diberikan," tandas Mardiyanto. Unjuk rasa yang dilakukan ratusan karyawan PT El Jhon Tirta Emas Wisata pada Jumat pagi merupakan yang kedua setelah beberapa hari sebelumnya mereka juga menggelar aksi di pendopo kabupaten setempat. Sebagaimana layaknya unjuk rasa, para karyawan datang di gedung DPRD dengan berbagai atribut dan tulisan berisi kritikan. Mereka juga mengusung para badut yang biasa menghibur pengunjung/wisatawan di Pantai Teleng menggunakan kereta kelinci. Unjuk rasa yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut sempat memanas karena massa tidak diperkenankan masuk area gedung dewan oleh polisi maupun petugas satpol PP. Setelah hampir sejam para karyawan ini melakukan orasi, akhirnya mereka ditemui ketiga unsur pimpinan DPRD Pacitan, yakni Ketua DPRD Pacitan Soetopo, Wakil Ketua Rahedi Purnomo, dan Ketua Komisi B Roni Wahyono. Atas kesepakatan bersama akhirnya perwakilan karyawan diizinkan masuk gedung DPRD menyampaikan tuntutan kepada wakil rakyat. (*)
Berita Terkait
Sekda Pacitan: Investor Tetap Kelola Pantai Teleng
30 Mei 2012 17:41
Ratusan Warga Pacitan Desak "Pengusiran" Investor
2 Juli 2012 18:05
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Kadis Kominfo Jatim apresiasi peran ANTARA jaga kualitas informasi
16 Desember 2025 17:02
Wagub Jatim: ANTARA berkontribusi cerdaskan masyarakat
16 Desember 2025 15:35
