Madiun (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Madiun, Jawa Timur, menargetkan serapan atau pengadaan beras petani sebanyak 52.800 ton selama tahun 2025.
"Tahun ini kami mendapat target serapan sebanyak 52.800 ton setara beras dari gabah petani. Kini proses penyerapan terus berjalan," ujar Pemimpin Cabang Perum Bulog Madiun Harisun, di Madiun, Selasa.
Menurutnya, pada pertengahan Februari ini, Bulog setempat telah menyerap gabah petani setara beras sekitar 3.700 ton atau sekitar 7 persen dari target.
Meski capaian serapan beras masih di bawah 10 persen. Namun, pihaknya yakin akan mencapai target yang ditetapkan pusat.
Adapun salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai target tersebut adalah terus menggenjot penyerapan gabah langsung ke petani, apalagi saat ini telah diterbitkan HPP baru gabah sebesar Rp6.500 per kilogram dan beras Rp12.000 per kilogram.
Harisun menuturkan, untuk menggenjot serapan gabah dan beras petani, pihaknya akan memaksimalkan peran tim "Jemput Gabah" yang ada di instansinya.
Tim tersebut akan intensif terjun ke lapangan untuk membeli gabah dan beras petani. Pihaknya optimistis bahwa target serapan beras 2025 yang dibebankan Bulog Madiun akan terpenuhi sebesar 52.800 ton.
"Jadi kami punya tim Jemput Gabah yang terjun ke petani dan membeli langsung di lokasi, ditimbang dan dibayar Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen," katanya lagi.
Terkait stok, ia menyatakan bahwa ketersediaan beras saat ini di gudangnya mencapai sebanyak 18.300 ton.
Stok tersebut aman hingga enam bulan ke depan, termasuk dalam menghadapi momentum hari besar keagamaan nasional Ramadhan dan Idul Fitri 2025.
Pihaknya memastikan jumlah stok beras tersebut terus bertambah seiring upaya penyerapan gabah dan beras petani yang dilakukan oleh tim Jemput Gabah Bulog setempat di wilayah kerjanya yang meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ngawi.