Madiun, Jawa Timur (ANTARA) - Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Madiun Agung Sarianto memastikan beras yang didistribusikan kepada masyarakat merupakan beras dengan kualitas terjamin, sehat, dan layak konsumsi.
"Bulog memastikan beras yang didistribusikan ke masyarakat itu terjamin dan layak konsumsi. Hal itu karena Bulog menjaga kualitas dengan melakukan perawatan rutin," ujar Agung saat melakukan pengecekan di Gudang Bulog Nambangan Kidul, Kota Madiun, Jawa Timur, Rabu.
Ia menjelaskan guna menjaga kualitas beras, Bulog menerapkan sistem Pengelolaan Hama Gudang Terpadu (PHGT). Dalam menjaga kualitas beras di gudangnya tersebut, Bulog melakukan perawatan rutin harian, bulanan, dan triwulanan.
Untuk harian, petugas melakukan pembersihan gudang, baik bagian dalam maupun lingkungan sekitar, agar tidak menjadi sarang hama.
"Di Bulog itu setiap hari dilakukan pengecekan kualitas beras oleh petugas gudang, termasuk melihat apakah ada hama di dalam karung atau tidak," katanya.
Tak hanya itu, beras yang disalurkan ke masyarakat lewat program SPHP atau bantuan pangan juga dicek setiap hari.
Selain perawatan harian, Bulog juga melakukan penyemprotan atau spraying setiap bulan.
Kegiatan itu berupa pengabutan fungisida di dinding gudang bagian dalam dan luar tanpa mengenai komoditas beras secara langsung.
Sedangkan, setiap tiga bulan sekali, seluruh gudang ditutup sementara selama sepekan untuk proses fumigasi total.
Tahap ini dilakukan dengan menyungkup beras menggunakan plastik dan memasukkan bahan fumigan guna mematikan seluruh hama.
"Semua bahan fumigasi yang digunakan sudah berstandar food grade dan dosisnya sesuai ketentuan, jadi aman dan layak dikonsumsi," kata Agung.
Langkah-langkah itu, lanjutnya, menjadi bagian penting dari upaya Bulog Madiun turut menjaga ketahanan pangan nasional, terutama menjelang peningkatan kebutuhan saat momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Agung menambahkan selain menjaga kualitas beras, Bulog juga memastikan pasokan beras di gudangnya berasal langsung dari petani lokal di wilayah kerjanya yang merupakan daerah Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ngawi.
Hal itu mencerminkan komitmen tugas perusahaan terhadap pemberdayaan petani dan penguatan ketahanan pangan nasional seperti yang diinstruksikan pemerintah.
Adapun stok beras di gudangnya saat ini mencapai 63 ribu ton beras yang tergolong sangat mencukupi untuk kebutuhan.
Stok ribuan ton beras tersebut tersimpan di empat gudang di wilayah Madiun dan Ngawi.
