Jakarta (ANTARA) - Pelatih AC Milan Sergio Conceicao mengklaim bahwa tersingkirnya mereka dari Liga Champions dari Feyenoord "sebuah kegagalan" setelah mereka menyerah dalam agregat 1-2 dari tim asal Belanda tersebut.
Milan tak mampu memanfaatkan status bermain di kandang setelah Feyenoord memaksa mereka bermain imbang 1-1.
Santiago Gimenez membawa Milan memimpin 1-0 ketika laga belum genap 1 menit. Namun, kartu merah Theo Hernandez pada menit ke-51 merubah jalannya pertandingan. Feyenoord memanfaatkan kesempatan ini dengan baik setelah mereka menyamakan kedudukan melaluiJulian Carranza pada menit ke-73 untuk memaksa laga berakhir imbang.
“Ini jelas sebuah kegagalan; kami ingin mencapai babak 16 besar,” kata Conceicao pada jumpa pers pasca pertandingan, dikutip dari Football Italia, Rabu.
Ketika ditanya apa pendapatkan tentang kartu merah Theo, Conceicao mengatakan,“Saya yang bertanggung jawab, bukan Theo. Kami akan mendiskusikannya di ruang ganti. Theo telah memberikan banyak hal kepada Milan, dan saya telah melakukan banyak kesalahan dalam karier saya".
Selain menyingkirkan Milan dari Liga Champions, kekalahan ini adalah kekalahan ketiga Conceicao dalam dua setengah bulan kepemimpinannya, setelah sebelumnya timnya dikalahkan Juventus dan Dinamo Zagreb.
“Saya tiba di sini satu setengah bulan yang lalu, namun saya dibandingkan dengan para pelatih yang telah berada di sini selama bertahun-tahun,” tambah pelatih asal Portugal itu.
“Kami belum bisa bekerja dengan skuad penuh; kami berlatih hanya dengan beberapa pemain yang melakukan hal berbeda. Kami memenangkan satu-satunya trofi yang bisa kami menangkan, kami berada di semifinal Coppa Italia, dan di liga, sejak saya tiba, kami telah memperoleh 14 poin sementara Napoli mengumpulkan 15 poin. Itu tidak sempurna," lanjut dia.
Kekalahan ini membuat Conceicao mengusung misi wajib menang pada laga terdekat mereka ketika bertamu melawan Torino di Stadion Olimpiade Torino pada Minggu (23/2) pukul 00.00 WIB.
“Sekarang kami menghadapi pertandingan berikutnya di Turin: kami harus memenangkan pertandingan itu, lalu pertandingan berikutnya, dan pertandingan berikutnya. Dan fokus pada Coppa Italia," tutup dia.