Al Khalil, Palestina (ANTARA/AFP) - Seorang pria Palestina terluka parah Selasa malam di kota Al Khalil (Hebron), di Tepi Barat setelah beberapa pemukim Yahudi memukul dia di rumahnya, kata sumber medis Palestina. Menurut seorang sopir ambulans yang membawa Marwan Burkan, 41 tahun, ke rumah sakit, "terdengar beberapa pemukim Israel datang dan mengetuk pintunya serta memukulinya sampai di rumah ini di Al Khalil," katanya kepada AFP. Burkan tinggal di sebuah rumah di sebelah permukiman Kiryat Arba, berpenduduk sekitar 6.500 orang, di pinggiran Al Khalil, kata pengemudi ambulans itu. Ketika warga Palestina berkumpul dalam protes di luar rumah Burkan, serdadu Israel menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa ketika mereka mulai melemparkan batu, tambahnya. Juru bicara militer mengatakan kepada AFP bahwa "beberapa orang Palestina melempar batu ke dua anak perempuan Israel di Al Khalil, dan ayah dari salah satu di antara mereka pergi ke rumah pertama rumah di perumahan itu untuk membalas." Juru bicara negara Yahudi itu mengatakan meski tidak ada yang cedera keadaan tenang kini telah dipulihkan. Ketegangan tinggi di Al Khalil, kota terbesar di Wilayah Palestina, dihuni oleh sekitar 190.000 penduduk Palestina dan sekitar 600 pemukim Yahudi yang tinggal di dalam satu kantong di jantung kota, beberapa kilometer (mil) dari permukiman lain di Kiryat Arba. Al Khalil terletak 930 meter di atas permukaan laut. Wilayah ini direbut oleh Israel dalam perang 1967 dan menjadi ganjalan bagi perundingan perdamaian dengan Israel, karena Israel tak mematuhi syarat menghentikan pembangunan perumahan untuk warga Yahudi di wilayah Palestina itu.(*)
Berita Terkait
KUHP beri batasan jelas antara kritik dan penghinaan
3 Januari 2026 11:18
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Ketua Dewas ANTARA: Kantor berita bertanggung jawab tangkal hoaks
16 Desember 2025 18:00
