Surabaya - Sekitar 103 warga yang menjadi korban dari sengatan serangga beracun "tomcat" atau kumbang rove yang kulitnya terbakar atau melepuh kini dirawat di 13 Puskesmas di Kota Surabaya, Selasa. "Semua pasien tersebut cuma rawat jalan saja," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Esty Martiana Rachmie. Menurut dia, pasien yang terkena serangga tomcat saat ini telah dirawat di 13 puskesmas meliputi puskesmas Keputih, Kenjeran, Mulyorejo, Pakis, Medokan Ayu, Pacar Keling, Sidotopo, Rangkah, Sawahan, Wiyung, Kebonsari, Sememi (Benowo) dan Putat. Esty mengatakan pihaknya bersama dengan Dinas Pertanian kini telah melakukan antisipasi menyebarnya serangga beracun itu ke wilayah lainnya. "Kami juga ikut melakukan penyuluhan ke masyarakat terkait hal ini," katanya. Selama ini, kata dia, kebanyakan warga tidak mengetahui bagaimana mengatasi jika terkena sengatan serangga "tomcat". "Kondisi pasien parah akibat serangganya itu dipukul sampai keluar cairan (racun) dan mengenai kulitnya sehingga terjadi reaksi sampai kulit melepuh," ujarnya. Untuk itu, lanjut dia, pertugas semua puskesmas di Surabaya untuk diminta menanyakan pasien yang terkena penyakit yang mirip tomcat. "Sebaiknya ditanya apakah di rumah ada serangga itu. Jika ada sebaiknya cepat melapor ke dinas pertanian setempat agar dilakukan penyemprotan," ujarnya. Mengenai obat-obatan, Esty mengatakan bisa diantisipasi dengan obat anti infeksi dan alergi. "Menghilangkan kulit melepuh cukup salep kulit yang tersedia di puskesmas," katanya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Pemkot Surabaya Hari Tjahyono, mengatakan pihaknya terus melakukan penyemprotan serangga "tomcat" setiap hari. "Bahkan malam kami juga menurunkan 10 orang yang disebar ke seluruh tempat," ujarnya. Hari mengatakan penyemprotan tersebut menggunakan non-insektisida (non-kimiai) yang bahannya dari daun mimbo (mimba), sereh, laos dan air sebanyak 10 liter. "Setelah diramu, airnya diperas da diambil sarinya. Hasilnya bisa mematikan tomcat dan tidak mematikan serangga lainnya," katanya. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mengimbau kepada semua warga agar tidak panik. Jika di daerahnya kedapatan "tomcat" harap menghubungi Dinas Pertanian. "Jika kulit terkena sengatan harap segera dicuci dengan sabun. Kalau sudah melepuh sebaikknya langsung ke puskesmas terdekat," katanya. (*)
Berita Terkait
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Kadis Kominfo Jatim apresiasi peran ANTARA jaga kualitas informasi
16 Desember 2025 17:02
Wagub Jatim: ANTARA berkontribusi cerdaskan masyarakat
16 Desember 2025 15:35
Kepala Biro ANTARA Jatim perkuat soliditas tingkatkan kinerja songsong 2026
15 Desember 2025 20:23
88 Tahun ANTARA dan saksi sejarah heroisme di Jatim
12 Desember 2025 19:22
